MALANGTIMES - Rencana besar membangun jaringan jalan di Kabupaten Malang, telah lama dicanangkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang. Terutama dalam mendukung geliat sektor pariwisata yang notabene secara infrastrukturnya belum tersentuh secara maksimal.

Baik dikarenakan luasnya wilayah dan jaringan jalannya. Sampai pada kemampuan anggaran daerah untuk membangunnya secara cepat.

Karenanya, DPUBM Kabupaten Malang, terus berjalan untuk mewujudkan keselarasan tiga koridor jalan yang telah lama direncanakannya. Dalam berbagai keterbatasan anggaran yang ada sampai juga pada panjang dan terjalnya beberapa ruas jalan di Kabupaten Malang.

"Kita tetap konsisten untuk itu. Setiap tahun anggaran terus dimasukkan untuk pembangunan jalan di 3 koridor utama dalam mendukung sektor pariwisata," kata Romdhoni Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Jumat (03/05/2019) kepada MalangTIMES.

Dari APBD Kabupaten Malang tahun 2019, tercantum anggaran belanja modal untuk pengadaan jalan dan pelengkap jalan mencapai angka Rp 330 miliar dari berbagai sumber dana. Baik dana daerah maupun pemerintah di atasnya.

Dengan anggaran besar itupun, DPUBM Kabupaten Malang masih harus secara bertahap menyelesaikan 3 koridor jalan yang ada. Yakni koridor barat, tengah dan timur. Pasalnya,di tiga koridor jalan yang akan membuka akses transportasi serta mendukung berbagai program nasional itu, wilayah dan tantangannya berbeda satu sama lainnya.

"Jadi memang ada yang hanya pemeliharaan, peningkatan kualitas sampai bangun baru," ujar Romdhoni yang saat ini pihaknya sedang fokus untuk terus melakukan sinkronisasi jaringan jalan di tiga koridor tersebut. 
Khususnya, koridor jalan yang mendukung proyek nasional. Yakni wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Badan Otorita Pariwisata (BOP) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta jalan tol Mapan yang sebentar lagi dioperasikan.

"Jadi kita fokus untuk proses ini dalam beberapa tahun ini. Pasalnya tanpa adanya peningkatan jalan di 3 koridor tersebut, maka berbagai proyek nasional pun tidak bisa optimal fungsinya," urai mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini.

Pernyataan Romdhoni terlihat dari beberapa kegiatan yang telah dan sedang dilakukan. Misalnya, peningkatan kualitas jalan di sepanjang Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Jalan Raya Pakis menuju Tumpang hingga Poncokusumo. Jalan raya Poncokusumo hingga Turen serta beberapa jalan yang sering dilalui oleh wisatawan. Terutama jalan sebagai akses masuk tempat wisata dan jalan dekat dengan tempat wisata pantai selatan.

Di tahun 2019 ini pula, DPUBM Kabupaten Malang menyiapkan anggaran dalam APBD untuk pembangunan dan peningkatan jalan senilai Rp 117,247 miliar. Anggaran ini sebagai bagian pergulatan DPUBM Kabupaten Malang untuk terus menuntaskan pembangunan jalan di tiga koridor yang secara nyata memiliki dampak domino.

"Bila jalan sudah bagus dan memiliki kualitas baik, akan ada efek domino bagi masyarakat. Investor antusias masuk dan masyarakat juga bisa terdongkrak perekonomiannya," ucap Romdhoni.

Ia juga menegaskan 3 koridor jalan ini terbangun, maka Kabupaten Malang sebagai jantungnya Jatim akan juga terwujud.

"Jadi kami konsisten untuk mewujudkan ini setiap tahunnya," pungkasnya kepada MalangTIMES.