Hafi Lutfi, kepala Dishub Kabupaten Malang, bersama staf siap terus menyosialisasikan Seruni dalam upaya menumbuhkan sadar lalu lintas kepada anak PAUD. (Dishub)

Hafi Lutfi, kepala Dishub Kabupaten Malang, bersama staf siap terus menyosialisasikan Seruni dalam upaya menumbuhkan sadar lalu lintas kepada anak PAUD. (Dishub)



MALANGTIMES - Kematian di jalan raya Kabupaten Malang terbilang tinggi. Khususnya yang merenggut nyawa para pengendara berusia remaja. Tercatat, ada 907 kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa sebanyak 273 orang.

Mirisnya, korban kecelakaan di jalan raya 70 persennya adalah remaja. Rentang usia antara 17-35 tahun serta didominasi dari kalangan pelajar. 

Padahal, berbagai upaya menekan angka kematian di jalanan masif didengungkan oleh pihak kepolisian. Sayangnya, kenyataan di jalanan tidak berbanding lurus dengan berbagai upaya tersebut.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang pun akhirnya tahun 2018 lalu ikut terpanggil dalam upaya menekan kecelakaan yang berujung pada kematian generasi muda Kabupaten Malang. Yakni, dengan cara meluncurkan program Sosialisasi Edukasi Rambu Lalu Lintas Usia Dini (Seruni).

Seruni Dishub Kabupaten Malang lahir bertolak dari penyebab kecelakaan yang mengakibatkan kematian di jalanan dikarenakan tidak tertibnya berkendaraan. Juga banyaknya pelanggaran di jalan raya yang juga didominasi oleh kalangan remaja atau anak-anak sekolah.

"Minimnya kesadaran berlalu lintas adalah kunci terjadi peristiwa maut di jalanan. Menumbuhkan kesadaran menurut kami wajib ditanamkan sejak dini. Lahirlah Seruni yang fokus kepada anak-anak usia dini di berbagai sekolah PAUD," kata Hafi Lutfi, kepala Dishub Kabupaten Malang, Jumat (03/05/2019) kepada MalangTIMES.

Keyakinan terhadap Seruni inilah yang membuat Dishub menargetkan jangkauannya kepada 10 ribu warga. Komposisinya, 8 ribu anak-anak PAUD dan 2 ribu para ibu dari anak-anak tersebut.

Target ini telah digulirkan sejak tahun 2018 lalu. Capaian sosialisasi yang terselesaikan sebanyak 6 ribu anak-anak di lembaga PAUD serta 750 ibu. Artinya, Seruni masih memiliki pekerjaan rumah dalam upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas sebanyak 3.250 orang.

"Target yang belum mendapat sosialisasi bisa kami selesaikan tahun ini. Tapi sebenarnya tujuan Seruni adalah lahirnya generasi yang memiliki kesadaran berlalu lintas dan nantinya bisa menjadi duta-duta lalu lintas di lingkungan terkecil sampai ruang yang lebih luas," ujar Lutfi.

Selain mengandalkan Seruni, Dishub Kabupaten Malang juga aktif memberikan bantuan berupa buku panduan berlalu lintas kepada sekolah PAUD di Kabupaten Malang. Bantuan tersebut sebagai tindak lanjut Seruni yang tentunya tidak bisa setiap saat mendampingi anak-anak PAUD se-Kabupaten Malang. "Jadi, dengan adanya buku yang kami serahkan ke sekolahan agar penanaman sadar lalu lintas bisa terus dilanjutkan oleh para gurunya masing-masing," ujar Lutfi.

Dalam kesempatan berbeda, Yulianti -salah satu guru PAUD di wilayah Kepanjen- menyambut apresiasi program Seruni Dishub Kabupaten Malang. Dia menyampaikan bahwa upaya menanamkan pengetahuan dan kesadaran berlalu lintas memang perlu dilakukan sejak dini.

"Dan tentunya tidak bisa sekali dua kali kegiatan saja. Jadi, apa yang dilakukan Dishub sangat kami apresiasi. Ini membantu kami juga dalam memberikan pengetahuan tentang lalu lintas kepada anak-anak," ucapnya.

End of content

No more pages to load