Ilustrasi (beritagar)

Ilustrasi (beritagar)



MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mendorong pemanfaatan sampah. Salah satunya dengan cara memperluas rumah pilah, kompos dan daur ulang (PKD) di seluruh kelurahan.

Saat ini, dari 57 kelurahan yang ada di Kota Malang, belum semuanya memiliki rumah PKD. Baru 26 kelurahan yang sudah memiliki rumah PKD.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Agoes Edy Poetranto menyampaikan, pembangunan rumah PKD akan terus digenjot, baik melalui APBD murni ataupun APBD-perubahan. Itu karena pengelolaan sampah di rumah PKD sangat membantu mengurangi jumlah sampah yang akhirnya diangkut hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Terlebih saat ini TPA Supit Urang sedang dibenahi. Dan ini salah satu cara kami agar jumlah sampah yang dikirim sampai ke TPA berkurang," katanya kepada wartawan baru-baru ini.

Mantan kasatpol PP Kota Malang itu menjelaskan, keberadaan rumah PKD semakin menguatkan peran masyarakat dalam memilih dan memilah sampah. Sehingga, lingkungan masyarakat juga lebih terjaga lagi. Selain itu, sampah yang bisa diolah bernilai ekonomis dan mampu berkontribusi pada perputaran  ekonomi masyarakat.

Lebih jauh Agoes menyampaikan, untuk membuat rumah PKD terus berjalan secara aktif, pihaknya memilih merekrut warga di lingkungan sekitar untuk bisa turut mengelola sampah tersebut. Harapannta, kecintaan masyarakat terhadap lingkungan lebih baik lagi. "Di sisi lain akan ada tenaga teknis yang akan memberikan pembinaan kepada masyarakat sekitar," ucapnya.

Dia pun menargetkan rumah PKD sudah dapat berdiri di seluruh kelurahan Kota Malang pada 2020 mendatang. Sehingga, jumlah sampah yang benar-benar tak dapat diolah terus mengalami penyusutan. " Tahun 2020 kami targetkan semua sudah punya rumah PKD," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load