Pelayanan Jebol Anduk Dispendukcapil di Desa Jatikerto, Kromengan. Dalam foto (kanan berdiri) Shirath Aziez, Kades Jatikerto dan Babinsa desa serta petugas (Nana)

Pelayanan Jebol Anduk Dispendukcapil di Desa Jatikerto, Kromengan. Dalam foto (kanan berdiri) Shirath Aziez, Kades Jatikerto dan Babinsa desa serta petugas (Nana)


Pewarta

Dede nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Jebol Anduk atau jemput bola pelayanan administrasi kependudukan, merupakan salah satu inovasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, yang masih jadi primadona masyarakat. 

Selain memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan adminduk masyarakat, Jebol Anduk juga ternyata mampu meringkas 'ongkos' transportasi warga dalam mengurus berbagai kebutuhan identitas dirinya. 

Hal inilah yang membuat Dispendukcapil Kabupaten Malang terus menjadikan Jebol Anduk sebagai program tahunan dalam rencana kerja anggaran (RAK) -nya. 

"Jebol Anduk memang masih sangat ampuh dalam pelayanan adminduk kepada masyarakat. Antusias masyarakat pun terbilang tinggi dengan program ini. Karenanya di tahun 2019 ini pun kita terus meluncurkan program ini," kata Shirath Aziez Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Data Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Malang, Kamis (02/05/2019) kepada MalangTIMES.

Tercatat, Jebol Anduk Dispendukcapil Kabupaten Malang di tahun 2019 telah menjangkau 32 desa. 

Dari target tahun ini sebanyak 100 desa yang akan didatangi Dispendukcapil Kabupaten Malang. 

"Ini sudah ke-32 desa di tahun ini. Antusias masyarakat sekali lagi sangat tinggi terhadap Jebol Anduk ini," ujar Shirath saat ditemui di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan dalam acara Jebol Anduk. 

Dari pengamatan MalangTIMES, antusias warga desa memang sangat tinggi. 

Tercatat, sejak pelayanan Jebol Anduk dibuka sekitar pukul 08.00 WIB sampai berakhir pukul 13.00 WIB. 

Dispendukcapil Kabupaten Malang telah melayani 673 warga dengan beragam keperluan. 

Dimana pelayanan untuk Kartu Identitas Anak (KIA) terbilang besar di Desa Jatikerto, yaitu mencapai 365 pengajuan. 

Sisanya adalah cetak KTP-el sejumlah 79, perekaman 44, akte kelahiran 34 dan akta kematian sebanyak 40. 

Shirath menyampaikan juga, antusias tinggi masyarakat atas Jebol Anduk inilah yang membuat pihaknya juga mempersilakan pemerintah desa mengajukan permintaan atas program itu. 

"Jadi memang untuk Jebol Anduk ini ada 2 macam program," ucapnya. 

Satu adalah yang menjadi program tahunan Dispendukcapil Kabupaten Malang serta lainnya adalah adanya permintaan pemerintah desa untuk Jebol Anduk. 

Untuk permintaan Jebol Anduk, pemerintah desa mengajukan permintaan yang disampaikan ke pemerintah Kecamatan. 

Setelah itu baru pengajuan tersebut dikirim ke kantor Dispendukcapil Kabupaten Malang. 

"Jadi saat proses ini selesai, kita bisa langsung terjun untuk Jebol Anduk ke desa terkait. Tentunya apabila desa mengajukan ini dipastikan adanya potensi besar masyarakatnya yang belum memiliki bukti kependudukan," ujar Shirath saat ditanya terkait persyaratan lain pengajuan program primadona masyarakat Kabupaten Malang ini.

End of content

No more pages to load