MALANGTIMES - Setiap kota memang harus memiliki shelter khusus penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Sayangnya di Kota Batu masih belum memiliki hal gedung tersebut. Namun, shelter itu sudah masuk pada tahapan kajian. 

Ditargetkan, tahun ini dapat terwujud tahun 2019 ini. 

Hal ini disampaikan oleh Kepada Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Dinas Sosial Kota Batu Sri Yunani saat kegiatan komunikasi informasi edukasi (KIE) Konseling dan Kampanye Sosial bagi PMKS, di Kantor Desa Pesanggrahan, Kamis (2/5/2019).

Apalagi pertumbuhan PMKS di Kota Batu terus bertambah, melihat banyaknya yang berdatangan dari luar Kota Batu. 

Sebab dirasa Kota Batu adalah salah satu kota yang paling mudah mendapatkan uang bagi PMKS.

“Karena Kota Batu Banyak sebagai kota wisata sehingga banyak pengunjung, sehingga mengundang pelaku PMKS dari luar Kota Batu untuk masuk ke sini,” kata Yunani. 

Melihat saat ini ketika datang ke Alun-Alun Kota Batu banyak PMKS. 

Ia menambahkan bangunan shelter itu tahun 2019 ini sudah diajukan kepada Pemkot Batu.

“Pengajuan untuk pembangunan shelter ini sudah diajukan ke Pemkot Batu. Tinggal menunggu persetujuan saja,” imbuhnya.

Rencananya akan dibangun di komplek rumah veteran di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Bangunan itu nanti bakal memuat sekitar 60 orang. 

“Nanti itu juga dibedakan ruang khusus anak terlantar, lalu orang dengan gangguan jiwa, lansia, dan sebagainya. Juga akan ada aula khusus untuk PMKS asal Kota Batu,” tambah Yunani.

Sementara itu Yusmanu, Kepala UPT Pelayanan Sosial Petirahan Anak Bima Sakti, Kota Batu menambahkan, sudah tugas Pemerintah Kota membangun shelter ini.  

“Jadi Kota Batu harus segera memiliki shelter ini. Apalagi PMKS di sini cukup banyak,” ucap Yusmanu.