Sunarto Timbul (kiri), budayawan asal Surabaya dan Dwi Cahyono (kanan), dosen sejarah Universitas Negeri Malang hadir sebagai narasumber sarasehan budaya, Selasa (8/9/2015).
Sunarto Timbul (kiri), budayawan asal Surabaya dan Dwi Cahyono (kanan), dosen sejarah Universitas Negeri Malang hadir sebagai narasumber sarasehan budaya, Selasa (8/9/2015).

MALANGTIMES - Pada Selasa (8/9/2015) siang ini, puluhan seniman asal Malang dan Batu berkumpul di sebuah restoran berkonsep jawa di Jalan Kahuripan 18 Kota Malang. Mereka datang untuk mendengar dan berdiskusi dalam acara sarasehan bertema wanita utama adalah pintu gerbang kesempurnaan dan kemuliaan perjalanaan. 

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Sarasehan ini menghadirkan narasumber Sunarto Timur, budayawan asal Surabaya; dan Dwi Cahyono, dosen Sejarah UM. Sunarto membahas lebih rinci mengenai wanita utama. Dwi Cahyono yang juga arkeolog membahas Stri Nareswari, seorang tokoh wanita yang tergambar dalam kitab Pararaton.

Semua pemimpin dilahirkan dari seorang ibu, demikian kira-kira pesan yang ingin disampaikan melalui sarasehan budaya kali ini. 

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

Ke depan, gelaran sarasehan budaya akan diagendakan setiap bulan di tempat yang sama. "Kita ingin menggali kembali budaya yang luntur  dan mengingatkan pentingnya budaya bagi kehidupan kekinian," ujar Iko Veranofia, pemerhati budaya sekaligus konseptor acara ini. (*)