Ilustrasi (Ist)

Ilustrasi (Ist)



MALANGTIMES - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) menyampaikan pernyataannya atas hasil suara internal para caleg DPR RI yang saat ini diprediksi lolos ke Senayan. Khususnya, para caleg dari kalangan artis yang di Pemilu 2019 ini mengalami peningkatan jumlah dibandingkan Lemilu 2014 lalu. 

Tahun ini para caleg artis yang diusung berbagai partai politik mencapai 91 orang. Naik 45 caleg dibandingkan tahun 2014 lalu yang berjumlah 46 orang.

Formappi melalui Lucius Karus mengatakan secara gamblang bahwa wajah DPR 2019-2024 terlihat suram dengan para caleg dari pesohor yang diperkirakan masuk Senayan. "Jika melihat nama-nama caleg yang akan masuk dari kalangan artis, kita melihatnya wajah DPR ke depan suram. Ini juga terlihat dari kinerja DPR lama dari artis yang kinerjanya tidak terlalu menonjol. Jeblok," kata Lucius seperti yang dilansir berbagai media.

Tidak hanya jeblok, lanjut Lucius, keberadaan para politisi berwajah lama di Senayan yang juga diprediksi kembali masuk akan semakin menenggelamkan para caleg dari kalangan artis di parlemen nantinya. Hal ini bisa terlihat di periode 2014-2019, anggota DPR dari artis ditempatkan di komisi yang tidak strategis, bebas dari intrik politik, dan "lahan basah". 

"Itu membuat kerja mereka tak banyak diketahui publik. Selain ada juga DPR yang masih nyambi artis. Atau sebagai anggota parlemen 'sambilan'," ujarnya.

Dengan berbagai catatan Formappi itu, maka diprediksi para anggota DPR 2019-2024 pun akan bernasib sama dengan para pendahulunya di Senayan. Melempem, kinerja jeblok, dan tidak terlihat di bawah wajah-wajah lama anggota DPR dari politisi.

Lucius memberikan gambaran atas penilaiannya tersebut. Menurut dia, caleg 2019 hampir 70 persen merupakan anggota DPR periode 2014-2019 dan kemungkinan besar mereka terpilih. Pun dengan komposisi partai yang menguasai Senayan, tidak berubah.

Hal ini, menurut Lucius, semakin menambah suram wajah DPR. "Semakin suram. Partai-partainya masih sama, koalisi tidak berubah, anggota baru pun tidak mayoritas. Jadi, tidak ada unsur apa pun yang sejak awal melihat DPR baru nanti optimistis dan penuh keceriaan melakukan pekerjaannya," urainya. 

"DPR yang sudah buruk di periode ini, bisa jadi akan lebih buruk karena tak ada tantangan-tantangan dari anggota DPR baru. Tidak akan ada adu gagasan dan program," imbuh Lucius.

Walau tidak menilai secara keseluruhan terkait caleg DPR dari kalangan artis buruk semuanya, Formappi mengapresiasi DPR dari kalangan pesohor, seperti Rieke Diah Pitaloka, Nurul Arifin, dan Tantowi Yahya.

"Kalau yang cemerlang ada, seperti Rieke, Nurul Arifin, Tantowi Yahya. Tapi mereka sudah melalui proses panjang di partai dan tidak menjadikan dunia artis sebagai bekal untuk jadi anggota DPR," ucap Lucius.

Dirinya juga menegaskan terkait suramnya wajah DPR 2019-2024 bila melihat dari proses rekrutmen sampai menjadi caleg partai politik. Saat mereka telah menjadi anggota, maka beban berat telah menantinya. Beban yang merupakan pekerjaan rumah anggota DPR tahun lalu terkait produk legislasi yang tidak selesai.

Dari pengamatannya, DPR periode 2014-2019 hanya mampu menghasilkan 26 undang-undang dari target 189. "Utang DPR ke depan jadi makin menumpuk kalau melanjutkan RUU prioritas tahun ini dibahas di periode mendatang. Makanya DPR periode 2014-2019 ini terburuk sepanjang reformasi. Dan nyaris sebagian besar mereka juga nyalon dan diprediksi lolos lagi," pungkasnya.
 

 

End of content

No more pages to load