Dinas PU Bina Marga mulai bergerak membangun jalur Tumpang-Poncokusumo dengan anggaran Rp 10 miliar. (Ist)

Dinas PU Bina Marga mulai bergerak membangun jalur Tumpang-Poncokusumo dengan anggaran Rp 10 miliar. (Ist)



MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang akhirnya bergerak di wilayah timur Malang dalam menjawab keluhan masyarakat terkait jalan rusak di wilayah Tumpang dan Poncokusumo.

Pergerakan tim DPUBM Kabupaten Malang di wilayah timur Malang tersebut, selain menjawab keluh kesah masyarakat, juga sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam mendukung infrastruktur jalan pariwisata.

Terlihat lama, tapi pergerakan tim DPUBM Kabupaten Malang itu telah sesuai dengan proses perencanaan yang ada selain juga menyelesaikan beberapa titik kerusakan jalan di wilayah lain. Misalnya di wilayah Pakis yang juga mengalami kerusakan.

"Jadi, masyarakat mohon sabar atas jalan rusak. Kami tetap komitmen melayani untuk itu. Tapi memang bertahap disesuaikan perencanaan. Ini sekarang kami fokus di wilayah timur," kata Romdhoni, kepala DPUBM Kabupaten Malang, Rabu (01/05/2019).

Romdhoni melanjutkan, untuk wilayah timur Malang, pihaknya tidak hanya melakukan perbaikan dengan menambal jalan yang tidak saja. Tapi juga ada peningkatan jalan sekaligus pembangunan drainase di kiri dan kanan jalan.

Paket pembangunan jalan (perbaikan, peningkatan jalan dan pembangunan drainase) di timur Malang ini digerojok anggaran sampai Rp 10 miliar. Panjang jalan  yang akan dibangun sekitar 4-5 kilometer (km) dari Tumpang sampai Poncokusumo.

Proses pembangunan jalur timur yang juga merupakan jalan pariwisata memang sedang giat-giatnya dipermak oleh pihak DPUBM Kabupaten Malang. Satu sisi sebagai wujud implementasi optimalisasi sektor pariwisata. Sisi lainnya memberikan kenyamanan bagi masyakarat saat melintasi jalur tersebut. Selain tentunya, lanjut Romdhoni, bagian dari melakukan sinkronisasi jaringan jalan antara jalan nasional dan provinsi dengan jalan kabupaten. 

"Kita ketahui, jalan tol Mapan (Malang-Pandaan) sebentar lagi diresmikan. Ini akan mengubah jaringan jalan wisata menuju Bromo Tengger Semeru (BTS). Karena itu, tentu perlu disikapi dengan adanya jalan dengan kualitas baik setelah exit tol Mapan," urainya.

Disinggung keluhan masyarakat yang ingin segera berbagai jalur rusak diperbaiki, Romdhoni kembali menegaskan, pihaknya tentu akan menjawabnya dengan melakukan perbaikan. "Tapi secara bertahap dan sesuai aturan. Masyarakat mohon sabar. Jalan yang masuk dalam perencanaan tahun ini dipastikan terbangun dan segera dikerjakan," tegas mantan kepala Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini.

Dirinya juga menjelaskan ulang bila masih ada jalan rusak di Kabupaten Malang yang belum tertangani sampai saat ini, artinya masih dalam proses lelang. "Jadi, mohon sabar. Kami bergerak sesuai perencanaan. Saat ini kami fokus di timur. Jika ada wilayah yang belum dibangun, berarti proses masih berjalan," pungkas Romdhoni.

 

End of content

No more pages to load