Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat membuka pergelaran Malang Artnival 2019. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat membuka pergelaran Malang Artnival 2019. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko membuka secara langsung Malang Artnival 2019. Pentas kolaborasi yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) itu melibatkan 208 seniman lokal lintas genre. Sofyan Edi berpesan pada para pelaku dan penikmat seni untuk tidak lelah merawat budaya bangsa. 
 

Sofyan Edi juga mengajak seluruh elemen dan stake holder agar bersama melestarikan kebudayaan. "Kekayaan budaya ini sangat mahal sangat mewah. Budaya kita, terkandung nilai-nilai yang sangat dalam dan makna yang luas. Kita berkewajiban untuk terus melestarikan sekaligus mengembangkan," ujarnya.
 

Pria yang akrab disapa Bung Edi tersebut menilai bahwa kegiatan seni yang ada di Kota Malang relatif padat dan penuh prestasi. Baik skala regional, nasional, hingga internasional. "Silakan sanggar-sanggar seni, mari berpacu. Karena panggung sudah disiapkan Pemkot Malang melalui Disbudpar," tuturnya. 
 

Malang sebagai kota industri, kota pendidikan, dan kota wisata sangat fokus dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan. Salah satu upaya dengan menggelar berbagai event termasuk Malang Artnival dan juga even lainnya. "Malang sebagai kota pendidikan, wisata, serta industri ini jadi rangkaian tidak terpisahkan. Budaya sebagai bagian dari pendidikan, industri, juga rekreasi wisata," ujarnya.
 

Pemerintah Kota Malang dan DPRD Kota Malang, lanjut Bung Edi, terus memantapkan komitmen bersama menjaga dan mengembangkan kebudayaan. Dengan harapan, sektor pariwisata bisa terdongrak dan mampu mencapai target yang diharapkan. "Kegiatan ini sangat penting dan butuh stake holder, semua elemen masyarakat, khususnya komunitas seni budaya. Jangan lelah merawat budaya dan seni kita," tegasnya.
 

Menurut dia, kekayaan luar biasa yang dimiliki Kota Malang juga menjadi bagian dari kekayaan Indonesia. "Malam ini juga ada kolaborasi seni tradisi dan modern. Kita sendiri yang harus melestarikan, mengenalkan pada dunia soal seni tradisi. Jangan sampai ada negara lain yang merawat, kita baru tersinggung," tandasnya. 
 

Dia juga mengapresiasi seniman-seniman muda yang mengadaptasi seni-seni modern dengan kekuatan lokalitas. "Termasuk menyikapi era yang terus bergerak ini, maka ditampilkan seni modern. Mari berkolaborasi semakin menyemarakkan dan membangun Indonesia dengan budaya. Itu hakikat bermartabat yang jadi misi Kota Malang saat ini," pungkasnya.
 

Pergelaran Malang Artnival 2019 berlangsung di halaman Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Selasa (30/4/2019) malam. Ada tiga segmen yang disajikan. Mulai dari musik karawitan dan campursari yang dipadukan Jula-Juli, Tari Beskalan, Tari Ayu dan pencak, Tari Bapang, jaranan, reyog Ponorogo, hip hop, petilan wayang, dance Budi Yoga, juga lagu Indonesia Perkasa. 

 

End of content

No more pages to load