Tari Beskalan menjadi pembuka event Malang Artnival 2019 yang digelar Disbudpar Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Tari Beskalan menjadi pembuka event Malang Artnival 2019 yang digelar Disbudpar Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meski Kota Malang sempat diguyur hujan deras, pergelaran Malang Artnival 2019 berlangsung meriah. Kolaborasi ratusan seniman lokal itu menjadi etalase kekayaan seni budaya di Bhumi Arema sekaligus menjadi magnet bagi wisatawan. 

Para penonton tampak memadati halaman Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Selasa (30/4/2019) malam. Pergelaran tersebut dibuka dengan tari selamat datang khas Malang, yakni Tari Beskalan. Belasan penari perempuan berselendang merah tampak gemulai membawakan tari yang melambangkan harapan kesuburan itu.

Tampilan kedua yakni lagu Tanah Air yang diiringi tari bendera. Giliran penari-penari pria yang bergerak rancak dengan iringan lagu pop yang diaransemen dengan tambahan instrumen gamelan. Dilanjutkan dengan puisi bahasa walikan bagaimana memahami arti sesuatu di balik kata-kata yang disampaikan serta kidung Jula-Juli. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengungkapkan bahwa Malang Artnival merupakan persembahan pelaku-pelaku seni di Kota Malang. "Berbagai macam keunikan seni tradisi dan modern dikemas dalam bentuk pagelaran. Ini menjadi daya tarik Kota Malang sebagai kota pariwisata," ujar Dayu, sapaan akrabnya.

Menurut Dayu, Malang Artnival merupakan gelaran yang rutin diselenggarakan setiap tahun. "Ini juga sekaligus memeriahkan HUT Ke-105 Kota Malang. Ada sekitar 208 seniman yang ikut ambil bagian. Ini menjadi penanda bahwa geliat berkesenian ini sangat luar biasa," tuturnya.

Dayu menambahkan, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk apresiasi kepada seniman yang terus menjaga kekayaan seni budaya lokal. "Seniman sudah berlatih dengan tekun sehingga tugas pemerintah memberi kesempatan mereka untuk tampil. Juga sekaligus promosi bagi pelaku industri pariwisata," terangnya. 

Dia berharap, para pelaku industri pariwisata bisa ikut menawarkan kekayaan kesenian Kota Malang kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan asing. "Dengan pergelaran ini kan akhirnya jadi terpublikasi. Kota Malang punya banyak pilihan. Kalau mereka ingin mengundang pengisi acara, tidak kekurangan talen dengan berbagai genre seni," ungkapnya. 

Para penonton pun mengaku terhibur dengan pergelaran lintas genre seni itu. "Bagus sekali ya, karena ini bertepatan dengan liburan keluarga. Ternyata ada acara ini, sekalian ngajak anak-anak buat belajar seni," ujar Randi Pangestu, salah satu penonton. 

Sementara penonton dari Malang berharap kegiatan Malang Artnival digelar lebih sering. "Kalau bisa setiap bulan, diselang-seling. Kan di sini sering ada ludruk sebulan sekali, ditambah acara tari-tarian seperti ini bisa jadi hiburan warga," ujar Titin, warga Kendalsari.