Para siswa di lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Kabupaten Malang yang terus didorong oleh Pemkab Malang (Nana)
Para siswa di lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Kabupaten Malang yang terus didorong oleh Pemkab Malang (Nana)

MALANGTIMES - Hapus kesan sebagai anak tiri, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang membuka akses yang sama terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Hal ini terkait pemanfaatan lokasi acara dan kegiatan, khususnya dua pendopo yang dimiliki Pemkab Malang.

Hal ini ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Malang Sanusi di hadapan ratusan guru dan siswa yang berada di bawah Kemenag Kabupaten Malang.

"Saya persilakan kalau ada sekolahan di bawah Kemenag untuk memakai fasilitas Pemkab Malang. Bisa dipakai itu pendopo untuk acara kalian. Baik yang ada di Kota Malang maupun yang di Kepanjen," kata Sanusi yang disambut tepuk tangan.

Pemkab Malang tidak ingin, lanjut Sanusi, dikesankan menganak tirikan sekolahan di bawah Kemenag Kabupaten Malang. 

Baik dari tingkat RA sampai MTs, bila dibandingkan dengan sekolah negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan.

Bahkan, Sanusi secara tegas menyampaikan, pihaknya akan terus mengangkat lembaga pendidikan di bawah Kemenag Kabupaten Malang ini. 

"Kita terus upayakan adanya peningkatan tentunya dari Pemkab Malang. Baik insentif, bebas SPP sampai lainnya nanti. Jadi kalau punya acara terkait pendidikan, silahkan pakai pendopo Kabupaten Malang," ujarnya menegaskan ulang.

Seperti diketahui, keberadaan lembaga pendidikan di bawah Kemenag Kabupaten Malang, memang masih lahir asumsi masyarakat adanya pilih kasih dari pemerintahan daerah.

Dibandingkan dengan sekolahan negeri atau swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Asumsi inilah yang ingin dihapus Pemkab Malang dengan membuka akses fasilitas untuk berbagai kegiatan bagi siswa maupun guru lembaga pendidikan Kemenag.

Hal ini pula yang disambut gembira oleh Kepala Kantor Kemenag Musta'in. 

Dirinya menyampaikan, sangat berterimakasih dengan adanya kesempatan yang sama dengan lembaga pendidikan lainnya dalam fasilitas tempat kegiatan.

"Tentu kita berterimakasih dengan penyampaian pak Wabup Malang. Ini semakin memperlihatkan sinergitas kuat antara Kemenag dengan Pemkab Malang dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Malang," ujarnya di kesempatan berbeda.

Bukan hanya memberikan ruang terbuka untuk kegiatan di dua pendopo Kabupaten Malang saja. 

Untuk menepis asumsi tidak tepat bahwa lembaga pendidikan di bawah Kemenag sebagai anak tiri Pemkab Malang. 

Sanusi juga menyampaikan bocoran terkait adanya penambahan upah guru tidak tetap (GTT), insentif bagi siswa penghafal Alquran sampai pada adanya rencana pembebasan biaya SPP.