Rio Jefri Andrian tersangka beserta barang bukti narkoba saat diringkus petugas kepolisian, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Rio Jefri Andrian tersangka beserta barang bukti narkoba saat diringkus petugas kepolisian, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jaringan pengedar narkoba kian cermat memilih lokasi transaksi. Mereka pun sering berpindah-pindah tempat, guna melancarkan transaksi narkoba. Sebab, aparat kepolisian kerap mengendus lokasi untuk dijadikan transaksi narkoba.  

Beberapa waktu lalu, seorang budak narkoba kedapatan tangan hendak melangsungkan transaksi narkoba di pinggir jalan SPBU, kali ini, kawasan objek wisata dijadikan lokasi untuk jual beli barang haram tersebut.

Beruntung, karena kesigapan petugas kepolisian Unit Reskoba Polres Malang, transaksi barang yang dapat merusak kesehatan tersebut, berhasil digagalkan.

Pelakunya diketahui bernama Rio Jefri Andrian, warga Dusun Bulurejo, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis. Pria yang kini berusia 26 tahun itu, diringkus petugas lantaran hendak melangsungkan transaksi narkoba, Senin (29/4/2019) tengah malam. “Tersangka kami amankan saat menunggu calon pembeli di tepi jalan kawasan objek wisata Wendit, yang berlokasi di Desa Magliawan, Kecamatan Pakis,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Sebagai informasi, terungkapnya kasus ini bermula dari laporan masyarakat, jika di wilayah Kabupaten Malang masih marak dijumpai peredaran narkoba. Mendapat laporan tersebut, personel Unit Reskoba Polres Malang dikerahkan ke lapangan guna melakukan penyelidikan.

Hasilnya diketahui jika peredaran narkoba, khususnya di wilayah Kecamatan Pakis. Diedarkan oleh seorang pelaku yang diketahui bernama Rio Jefri Andrian.

Saat itu, petugas juga mendapat informasi jika tersangka hendak melangsungkan transaksi di kawasan wisata Wendit. Tanpa menunggu lama, beberapa personel langsung dikerahkan untuk melakukan pengintaian.

Setelah sekitar 3 jam menunggu, polisi akhirnya mendapati tersangka yang saat itu datang di lokasi pengintaian sekitar pukul 02.00 WIB, pada Senin (28/4/2019) lalu. Ketika itu, pelaku nampak datang sendirian dengan gerak-gerik mencurigakan.

Pria yang hanya menimba ilmu hingga kelas 2 SMA (Sekolah Menengah Atas) ini, nampak gelisah seolah menunggu kedatangan seseorang. Mengetahui hal ini, polisi langsung mendekat ke arah pelaku. Sadar jika itikat buruknya diketahui polisi, pelaku berupaya lari setelah mengetahui kedatangan orang asing yang tidak dikenalnya tersebut.

Namun, berkat kesigapan petugas. Tersangka akhirnya berhasil diamankan. Meski sempat mengelak, Rio akhirnya hanya bisa pasrah saat digelandang ke Mapolres Malang, lantaran kedapatan membawa beberapa barang bukti narkoba. “Kami menyita dua poket narkoba jenis ganja dengan berat total sekitar 50 gram,“ sambung Ainun kepada MalangTIMES, Selasa (30/4/2019).

Tidak hanya dua poket ganja siap edar saja yang disita petugas. Beberapa barang bukti lain seperti perlengkapan penjualan narkoba berupa kertas dan lakban, serta satu unit handphone guna melancarkan transaksi ganja. Juga turut disita petugas dari rumah tersangka. “Kasus ini masih dalam proses penyidikan. Petugas masih terus melakukan pengembangan, termasuk memburu keberadaan sang bandar yang selama ini memasok narkoba kepada tersangka,” tegas perwira polisi dengan tiga balok dibahu ini.

Ainun menambahkan, dari kesaksiannya saat dimintai keterangan oleh penyidik. Pria kelahiran 21 Juli 1992 ini, mengaku jika mendapatkan pasokan dari seorang temannya, yang tinggal di wilayah Kota Malang. “Tersangka dijerat pasal 111 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman 12 tahun kurungan penjara,” pungkas Ainun.