Bayi jerapah di Taman Safari Prigen.

Bayi jerapah di Taman Safari Prigen.



MALANGTIMES - Menjelang libur lebaran Juni mendatang, para pecinta satwa langka akan mendapatkan suguhan menarik di Taman Safari Prigen (TSP) Kabupaten Pasuruan. Seekor bayi jerapah (giraffa camelopardalis) lahir dari sepasang indukan koleksi lembaga konservasi terbesar dan terluas di Asia ini.

Bayi jerapah berjenis kelamin betina lahir secara normal dan resmi menjadi anggota keluarga baru TSP. Bayi jerapah yang diberi nama Azzanti lahir pada 6 Januari 2019 lalu.

“Bayi jerapah saat ini sudah berkumpul dengan jerapah lainnya setelah menjalani perawatan khusus selama tiga bulan. Ini akan menjadi hiburan bagi wisatawan saat liburan lebaran mendatang,” kata drh Nanang TJ.

Menurut drh Nanang, kelahiran bayi jerapah ini menambah koleksi Taman Safari Prigen menjadi delapan ekor. Azzanti lahir dari indukan bernama Azhari berusia 8 tahun dan pejantan bernama Khadafi, 15 tahun. Azzanti menjadi kelahiran pertama dari indukan Azhari.

"Proses kelahirannya berlangsung cukup lama sekitar 4 jam, sedangkan normalnya hanya sekitar 2 jam. Hal ini mungkin disebabkan sang induk baru melahirkan anak pertama,” kata drh Nanang TJ.

Area General Manager Taman Safari Prigen dan Baobab Safari Resort, Diaz Yonadie mengatakan, kehadiran Azzanti menjadi salah satu bukti keberhasilan pengembangbiakkan (breeding) di TSP.  Menurutnya, jerapah yang sudah termasuk ke dalam zona merah, yang terancam punah. Bahkan, secara global populasi jerapah mengalami penurunan secara signifikan.

“Sebagai lembaga yang memfokuskan diri dalam konservasi satwa, tentu kabar kelahiran Azzanti ini sangat membahagiakan. Namun, Taman Safari Prigen tak berpuas diri. Keberhasilan ini justru akan menjadi penyemangat untuk terus melanjutkan kegiatan breedingdari berbagai jenis satwa yang terancam punah,” jelas Diaz Yonadie.

End of content

No more pages to load