Ilustrasi rokok ilegal. Kabupaten Malang termasuk wilayah yang kerap menjadi sasaran petugas terkait rokok ilegal (Ist)
Ilustrasi rokok ilegal. Kabupaten Malang termasuk wilayah yang kerap menjadi sasaran petugas terkait rokok ilegal (Ist)

MALANGTIMES - Beberapa kali, petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (PPBC) Tipe Madya Cukai Malang, melakukan penggerebekan di wilayah Kabupaten Malang terkait rokok ilegal. Hasilnya, cukup mengagetkan. Setiap kali penindakan jutaan batang rokok ilegal ditemukan para petugas.
Di akhir tahun 2018, petugas Bea Cukai Malang, berhasil mengamankan rokok ilegal merk Batara sebanyak 1.400 bungkus atau sekitar 22.400 batang. Serta jenis rokok ilegal batangan sekitar 461.000 batang di Desa Karangasem, Kecamatan Gondanglegi. Perkiraan nilai barang dari operasi tersebut sekitar Rp 166.773.000 dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 228.196.221.
Mundur ke belakang di bulan September 2018 lalu, berlokasi di wilayah Gondanglegi juga para petugas bea cukai berhasil mengamankan rokok ilegal. Dari lokasi itu diamankan rokok ilegal jenis SKM (sigaret kretek mesin) batangan sebanyak 10 karton. Bila dikonversikan ke dalam batang rokok menjadi sekitar 183.280 batang. Serta rokok ilegal jenis SKM merk ‘SUMBER BIRU’ isi 20 sebanyak 4.234 bungkus atau sekitar 84.680 batang.
Apabila merunut ke belakangnya lagi, maka akan ditemukan berbagai pemberitaan terkait penindakan rokok ilegal di Kabupaten Malang.
Terbaru, adalah penggerebekan di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan. Dimana, di wilayah tersebut, petugas kantor PPBC Malang, kembali berhasil mengamankan 1.560.000 batang rokok dalam kemasan tanpa dilekati pita cukai. Serta rokok batangan yang disimpan dalam beberapa wadah karton yang disimpan di penyimpanan gabah.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan. "Kami melakukan dua penggerebekan. Satu di lokasi jasa ekspedisi Kota Malang. Sedangkan satunya lagi di wilayah Kabupaten Malang," kata Rudy yang secara masif melakukan berbagai penindakan rokok ilegal di Malang Raya.
Di wilayah Tajinan, petugas bea cukai mendapatkan informasi masyarakat. Dimana dari informasi tersebut terdapat aktivitas penyimpanan rokok ilegal di lokasi tempat penyimpanan gabah milik RS. Ternyata setelah dilakukan pengawasan dan penggerebekan, informasi tersebut terbukti. 
Dari hasil penindakan di Tajinan, ditaksir kerugian negara mencapai kurang lebih sebesar Rp 736.421.400,00. "Sedangkan yang di wilayah Kota Malang sekitar Rp 82.139.310,00," ujar Rudy.
Sebelum penggerebekan di Tajinan, petugas juga berhasil mengamankan rokok ilegal di wilayah Sumberpucung. Sekitar akhir Februari 2019 lalu. Dari hasil penggerebekan petugas mengamankan sebanyak 3.131.580 batang rokok ilegal yang terdiri dari 2.086.000 batang berbentuk batangan dan 1.045.580 batang yang sudah dikemas.
Negara pun dirugikan dengan jutaan rokok ilegal di Sumberpucung tersebut. Yakni total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1.478.309.313, dari nilai total barang yang disita mencapai Rp 782.895.000.
Rudy mengatakan, di tahun 2019 ini, pihaknya telah berhasil melakukan penindakan terhadap rokok ilegal kurang lebih sebanyak 7.636.308 batang. 
"Kami tidak akan berhenti sampai di situ, karena kami ingin mewujudkan Malang Raya yang bebas dari peredaran rokok ilegal," pungkas Rudy.