Ilustrasi honor (shutterstock)
Ilustrasi honor (shutterstock)

MALANGTIMES - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kedungkandang akhirnya angkat bicara terkait tersendatnya honor salah satu petugas pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kedungkandang bernama Winda. 

Ketua Panwascam Kedungkandang, Ahmad Masudin memberikan klarifikasi, jika kaitan dengan jumlah honor pengawas yang disampaikan oleh salah satu pengawas yang bertugas di TPS 13 kepada media dengan nominal Rp 900 ribu, bukanlah hal yang tepat.

Honor dari pengawas sebenarnya adalah Rp 550 ribu. Dan yang dikatakan nominal Rp 900 ribu oleh salah satu petugas tersebut, merupakan total keseluruhan, ditambah dengan uang transport saat bimtek serta uang makan. Bimtek dilakukan sebanyak dua kali dan mendapatkan transport total sebesar Rp 200. Selain itu, juga terdapat uang makan sebesar Rp 150 ribu saat hari berlangsungnya Pemilu.

"Dan ada tambahan saat apel di Alun-alun sebesar Rp 30 ribu bagi mereka yang hadir saat apel itu. Namun untuk yang di Alun-alun, saya kira Winda tidak ikut," jelasnya

Dan terkait belum cairnya honor, dilanjutkan Masudin, jika bukan hanya Winda saja yang mengalami hal tersebut. Terdapat beberapa petugas PTSP yang belum bisa mencairkan honor.

Permasalahannya adalah, adanya kekeliruan dalam input nomor rekening. Selain itu, juga terdapat beberapa rekening yang memang sudah diblokir atau mati. Sehingga, bagi mereka yang memang mengalami kekeliruan, maka diberitahukan kembali untuk melakukan pembetulan agar segera bisa dicairkan.

"Makanya mungkin akan cari cara lain, entah itu lewat wesel atau yang lain. Dan masalah honor tinggal menunggu waktu, akan kita berikan," bebernya.

Sementara, disinggung mengenai dokumen foto yang belum diserahkan oleh Winda apakah merupakan salah satu syarat untuk mengeluarkan honor, ditegaskan Masudin, jika hal tersebut bukanlah sebagai syarat.

"Tidak ada itu, tapi kalau undang-undangnya, kewajiban dan tugasnya kan jelas. Tapi hubungannya dengan honor nggak ada. Kalau bicara honor, kita nggak hanya bicara Winda saja, ada beberapa orang. Semua tinggal menunggu waktu. Sebagian Winda juga sudah menerima, cuman honor saja yang belum. Kalau urusan Winda masalah foto itu, itu urusan interen, karena itu pertanggungjawabannya dengan Bawaslu saat ada gugatan di MK," tambahnya.

Sementara itu, berkaitan dengan hal tersebut, Panwascam hari ini (30/4/2019) juga mengundang Winda untuk melakukan klarifikasi yang dilakukan secara internal. Dari situ, infomasi hasil akhir yang diperoleh, Winda telah membuat delapan poin klarifikasi.

Di antara poin-poin tersebut,  Winda menjelaskan mengenai kronologis mengapa  ia belum memfoto dokumen C1 Plano DPD.  Dalam poin pertama klarifikasi tersebut, Winda meninggalkan TPS pada pukul 23.00 wib dengan alasan pusing.

Kemudian poin kedua, Winda sudah izin ke ketua KPPS. Dan Panwaskel memberikan instruksi agar Winda segera kembali untuk mengawal proses sampai selesai.  

Selanjutnya, orangtua daripada Winda, kemudian menelepon Ketua KPPS agar Winda dapat pulang karena jerawat di dagu mau pecah. Poin selanjutnya, yang bersangkutan belum memfoto dokumen C1 plano DPD karena pulang terlebih dahulu, padahal proses rekapitulasi belum selesai.

Winda kemudian menelepon ketua KPPS, agar C1 dititipkan ke Panwaskel. Namun Panwaskel tidak menerima dokumen apapun dari Ketua KPPS. Karena tugas dan kewajiban PTPS yang harus mendapatkan salinan C1 dan menyerahkan salinan tersebut ke Panwaskel.

Poin ke enam, Winda memberikan keterangan yang tidak benar kepada media pada 28 April 2019, karena tidak mengetahui tugas dan kewajiban pengawas TPS. Poin ketujuh, honorarium yang diterima PTPS, bukanlah Rp 900 ribu, melainkan Rp 550 ribu.

Dan terkahir, berkaitan dengan honorarium Winda yang belum terkirim, karena terdapat kesalahan pada rekening. Bukan hanya pada saudara Winda yang belum terkirim, namun ada 43 orang PTPS se-Kecamatan Kedungkandang yang belum terkirim karena kendala teknis dalam input nomor rekening.

Disisi lain, Winda mengungkapkan, jika saat ini, terkait permasalahan honor tersebut, saat ini sudah clear. Hanya tinggal menunggu waktu. Dan ia juga menyampaikan, jika pihaknya juga telah membuat poin-poin klarifikasi di hadapan pihak Panwascam. "Informasinya kalau nggak hari ini ya besok cairnya," ungkapnya singkat.