MALANGTIMES - Hingga saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu masih minim sarana. Salah satu sarana itu adalah mobil ambulan.

Meskipun dalam setiap kegiatan terlihat ada mobil ambulan PMI tapi itu statusnya masih pinjam pakai milik Pemkot Batu. 

Bahkan jika terdapat kegiatan atau peristiwa tang bersamaan, PMI Kota Batu terpaksa harus mengalah. Yakni dengan merelakan menggunakan mobil pribadi salah satu anggota.

“PMI Kota Batu masih sangat minim sekali fasilitasnya. Mobil ambulan ini juga sangat kita butuhkan jika terjadi peristiwa,” ungkap Ketua Markas PMI Kota Batu Abdul Muntolib.

Meskipun demikian, fasilitas mobil itu perlu adanya penambahan untuk PMI Kota Batu. 

Selain mobil ambulan yang dibutuhkan adalah alat transfusi darah yang diajukan PMI ke Pemkot Batu juga masih dalam tahap pengkajian.

Pengajuan alat-alat itu mulai dari lemari penyimpanan darah sesuai dengan standar yakni bisa menampung 300 kantong. 

Lalu alat crossmatch dan sebagainya yang semuanya harus sesuai dengan standar. Pengadaan peralatan ini totalnya Rp 1,7 miliar. 

Lalu PMI Kota Batu melakukan pengajuan kepada Pemkot Batu untuk pengadaan peralatan dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). 

Sedangkan Rp 700 juta lagi untuk pengadaan IPAL-nya. Jadi, totalnya Rp 2,4 miliar. 

“Pengajuan ini kita perkuat lagi tahun 2019 karena memang kebutuhan darah sangat diperlukan dengan cepat,” tutup pria yang juga sekretaris PMI Kota Batu ini.