Dua dari kanan: Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat saat rapat pembahasan akhir Ranperda RDTR Singosari di Surabaya (DPKPCK)

Dua dari kanan: Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat saat rapat pembahasan akhir Ranperda RDTR Singosari di Surabaya (DPKPCK)



MALANGTIMES - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, menggenjot percepatan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Singosari dalam upaya menyambut pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari tahap I.

Percepatan penyelesaian Ranperda RDTR Singosari tersebut terlihat dari acara pembahasan tahap akhir yang dilakukan antara DPKPCK Kabupaten Malang bersama Tim Koordinasi Penataan Ruang Provinsi Jawa Timur (Jatim) serta Kepala DPKPCK Provinsi Jatim, Senin (29/04/2019) di Surabaya.

Upaya DPKPCK Kabupaten Malang tersebut, sebagai bagian dalam mendukung keberhasilan tata ruang dan wilayah Singosari yang akan menjelma KEK berbasis pariwisata.

"Kami memang menggenjot Ranperda RDTR Singosari. 

Sehingga nantinya bisa selesai sebelum pembangunan KEK Singosari berjalan," kata Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, Senin (29/04/2019) kepada MalangTIMES.

Target pun dikunci bagi penyelesaian Ranperda RDTR Singosari. Dimana, menurut Wahyu, bisa selesai dan menjadi Perda setelah hari raya Idul Fitri atau lebaran di bulan Juni mendatang.

"Target kita setelah hari raya. Insya Allah Ranperda RDTR Singosari selesai," ujar Wahyu.

Seperti diketahui Ranperda RDTR Singosari menjadi sangat penting bagi penataan wilayah. Khususnya lahan untuk peruntukan zona perumahan dan zona perdagangan jasa yang selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan secara terpadu. Terutama dengan rencana pembangunan KEK Singosari yang telah siap regulasinya ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam konteks itulah, DPKPCK Kabupaten Malang, setelah berjuang bertahun-tahun lamanya mengawal Ranperda RDTR Singosari. Serta adanya berbagai perubahan yang pesat dengan pembangunan skala nasional di wilayah Singosari yang mengakibatkan adanya pergeseran tata ruang dan wilayah. Eksesnya adalah adanya perubahan juga terhadap Ranperda RDTR Singosari. 

"Memang ada perubahan dengan pembangunan jalan tol, misalnya. Tapi tidak terlalu substansial dalam tata ruang dan wilayah Singosari," ujar Wahyu yang kembali menegaskan pihaknya akan mengejar agar Perda RDTR Singosari bisa selesai sekitar Juni 2019.

Beberapa point penting dalam pembahasan yang dilakukan di Surabaya, hampir sama dengan rencana awal. Yakni keberadaan regulasi daerah itu mampu menjadi daya dukung terhadap keberadaan KEK Singosari.

"Beberapa point penting yang dibahas adalah pengendalian tata ruang sekitar jalan tol, cagar budaya, pertahanan keamanan, perumahan serta hal lainnya," pungkas Wahyu.

End of content

No more pages to load