Para pendaki yang berhasil dievakuasi di Pos Pantau Kebakaran Gunung Panderman, Kota Batu, Senin (29/4/2019). (Foto: istimewa)
Para pendaki yang berhasil dievakuasi di Pos Pantau Kebakaran Gunung Panderman, Kota Batu, Senin (29/4/2019). (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Sejumlah 15 pendaki dari 3 sampai 4 kelompok yang terjebak di Gunung Butak berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka berhasil dievakuasi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Senin (29/4/2019). 

Bermula hujan yang turun sejak Minggu (28/4/2019) sore, menyebabkan jalur pendakian Gunung Butak itu menjadi licin. Para pendaki yang akan turun gunung terjebak di lokasi tanjakan PHP.

Di mana kondisi jalur pendakian tidak memungkinkan untuk dituruni karena licin. Para Pendaki juga tidak bisa mendirikan tenda karena tidak ada ruang datar yang cukup di jalur pendakian.

Mengakibatkan pendaki kehujanan dan kedinginan. Dan sebagian besar pendaki naik ke Gunung Butak para Sabtu (27/4/2019). Tim BPBD Kota Batu, Okta Heru Prihatmono mengatakan, para pendaki itu terjebak sejak Minggu pukul 21.00 WIB. Kemudian laporan diterima tim BPBD Kota Batu Senin 02.30 WIB.

”Kami bersama tim BPBD dan relawan mulai melakukan proses evakuasi sejak pukul 03.00 tapi ada juga tim yang berangkat pukul 05.00 menggunakan motor trail," kata Okta.

Mereka sampai di posko sekitar pukul 08.00, karena jalan tanjakan itu setapak. Kemudian tim membuat tali untuk jalan setapak agar bisa dilewati. Sebab jalan tersebut sangat sulit untuk dilewati.

"Semuanya berhasil kami evakuasi dengan kondisi sehat, gak ada yang sampai kami rujuk ke puskesmas. Mereka kami beri makan dan kondisi sudah membaik," imbuhnya. 

Sementara itu relawan PMI Kota Batu, Dodik Sakarya menambahkan, kondisi para pendaki itu tidak ada yang mengalami sakit parah, melainkan hanya mengalami kedinginan saja. "Hanya kelaparan karena logistik yang mereka bawa habis, sehingga sampai di posko Pos Pantau Kebakaran Gunung Panderman langsung diberi makan," ungkap Dodik.

Sedang ke 15 pendaki itu yakni Fatimahtur (14) asal Kediri, Ainul Hikmah (20) asal Jombang, Andy Siswanto (18) asal Kediri, Feryshal (18) asal Pare, Selvi Desi (15) asal Kediri, M. Fajrul Abidin (19) asal Batu, Rabit Al Qorofi (20) asal Jember, Diana Sandra Sari (18) asal Pare.

Lalu Fitriana Puspitasari (18) asal Kediri, Bagas Bintang Satrio (15) asal Surabaya, Taufan Budi W, (18) asal Sidoarjo, Ferhan Kristiantoro, (18) asal Kediri, Feri Toriqul Fauzi (15) asal Kediri, Ega Sulthan (18) asal Surabaya, dan Dwi Ahmad (17) asal Mojokerto