Ilustrasi (suarasurabaya).

Ilustrasi (suarasurabaya).



MALANGTIMES - Melalui konsep wisata halal, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis mampu mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara. Tahun ini, jumlah wisatawan asing pun ditarget mampu naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, jumlah wisatawan asing utamanya yang berasal dari negara Islam seperti Timur Tengah yang datang ke Kota Malang jumlahnya sangat minim. Tidak lebih dari 10 persen dari total secara keseluruhan jumlah wisawatan mancanegara yang datang setiap tahunnya.

"Sekarang kami bidik wisatawan dari Timur Tengah. Selama ini jumlahnya masih sangat sedikit," katanya pada wartawan, Senin (29/4/2019).

Saat pertama kali mencetuskan destinasi wisata halal, Dayu menyampaikan jika ada beberapa hotel dan restoran yang sudah bersertifikasi halal. Diantaranya Hotel Regent Park, UB Guest House, dan Swiss Belinn. Selanjutnya untuk rumah makan ada Taman Indie, Rumah Makan Inggil, dan Halalan Thoyyiban Universitas Brawijaya (UB) Malang.

"Dan sebentar lagi akan ada tambahan baru, Guest House Syariah di daerah Ciliwung," terang perempuan berambut panjang itu.

Dayu menyampaikan, saat ini pihaknya akan melakukan klasifikasi pasar, mall, dan pusat kuliner. Termasuk beberapa event kuliner yang nantinya akan mendapat pendampingan dari perguruan tinggi untuk penampungan halal center. Sehingga, beberapa event yang digarap dalam bidang kuliner juga bisa tersertifikasi secara halal.

"Setelah ada wisata halal, agent wisata hingga kementerian pariwisata pasti akan turut mempromosikan dan wisata kita pasti akan turut terdongkrak," imbuhnya. 

End of content

No more pages to load