Ilustrasi kebutuhan pokok (Dok. MalangTIMES)

Ilustrasi kebutuhan pokok (Dok. MalangTIMES)



MALANGTIMES - Jelang Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal segera menurunkan satgas (satuan tugas) khusus untuk turun ke pasar. Hal itu dilakukan untuk memantau stok kebutuhan pangan dan meminimalisasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menyampaikan, Pemkot Malang sudah memiliki tim satgas pangan yang akan segera menindak pedagang yang melanggar aturan. Misalnya menimbun kebutuhan pangan yang kemudian terjadi permainan harga di dalamnya.

"Setiap hari besar keagamaan memang kebutuhan pokok selalu mengalami kenaikan. Dan kami setiap tahun salu berusaha untuk menekan kenaikan itu. Di antaranya membentuk tim satgas untuk melihat langsung stok, apakah masih mencukupi atau benar-benar habis," katanya kepada wartawan, Minggu (28/4/2019).

Selain menerjunkan tim satgas, pasar murah dan operasi pasar cukup membantu menstabilkan harga kebutuhan pokok selama hari-hari besar. Kemungkinan besar, tahun ini pasar murah dan operasi pasar akan kembali dilaksanakan.

Pasar murah biasanya diselenggarakan pada dua minggu puasa. Sedangkan operasi pasar dilakukan pasca-Lebaran berlangsung. Harga kebutuhan pokok yang dijual dengan harga miring di antaranya beras, gula, minyak, hingga bawang merah dan bawang putih. "Dan untuk sampai sekarang, alhamdulillah belum ada kenaikan yang signifikan di pasar," terangnya lagi.

Wahyu juga menyampaikan jika belum lama ini pihaknya juga melakukan operasi pasar dengan menjual bawang putih yang harganya memang melambung cukup tinggi dan banyak dikeluhkan. Dalam operasi pasar bawang putih itu, pasokan akhirnya kembali normal secara berangsur.

"Sekarang harga bawang putih juga kembali stabil, meski ada perbedaan harga di beberapa pasar," paparnya.

Perbedaan harga kebutuhan pokok di beberapa pasar itu menurutnya merupakan hal yang tak bisa dihindari. Meskipun Pemkot Malang mengimbau agar seluruh pedagang menyamakan harga kebutuhan yang dijual,  kenyataannya tetap tidak bisa. "Setiap pedagang di pasar yang berbeda pasti ada selisih harga yang berbeda," pungkas Wahyu.

 

End of content

No more pages to load