Sifat yang Wajib Dimiliki Seorang Jurnalis Sesuai Al quran Dibahas Tuntas pada Tarhib Ramadan 1440 H, Apa Saja?

Apr 27, 2019 20:47
Pimred MalangTIMES saat memberikan paparnya materi mengenai Jurnalistik dalam Islam di acara Tarkhib Ramadan 1440 H dengan tema 'Kaum Milenial, Al-Quran itu Keren', diinisiasi Malangtimes dan didukung penuh oleh Baitul Maal Hidayatullah Malang, DPD Hidayatullah Malang, serta UIN Maulana Malik Ibrahim (Doc MalangTIMES)
Pimred MalangTIMES saat memberikan paparnya materi mengenai Jurnalistik dalam Islam di acara Tarkhib Ramadan 1440 H dengan tema 'Kaum Milenial, Al-Quran itu Keren', diinisiasi Malangtimes dan didukung penuh oleh Baitul Maal Hidayatullah Malang, DPD Hidayatullah Malang, serta UIN Maulana Malik Ibrahim (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tarhib Ramadan 1440 H dengan tema 'Kaum Milenial, Al-Quran itu Keren', diinisiasi MalangTIMES dan didukung penuh Baitul Maal Hidayatullah Malang, DPD Hidayatullah Malang, serta UIN Maulana Malik Ibrahim dibanjiri kaum milenial. Para peserta tampak antusias dalam mengikuti acara tersebut.

Kegiatan tersebut, menghadirkan delapan pemateri yang membahas topik-topik khusus yang mengulas keilmuan Al quran itu keren.

Baca Juga : Menag Minta Tarawih Dilakukan di Rumah, Salat Id Ditiadakan, dan Halal Bihalal Online

Salah satu pemateri dalam kegiatan Tarhib Ramadan 1440 H dengan tema 'Kaum Milenial, Al-Quran itu Keren', adalah Pemimpin Rekdasi Media online berjejaring terbesar di Indonesia JatimTIMES.com, Heryanto.

Dalam paparan serta sharing materi bersama kaum milenial, Heryanto mengulas tuntas hal-hal yang harus dimiliki seorang Jurnalis. 

Setiap jurnalis, harus memegang erat atau mencontoh sifat-sifat yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, dan itu secara esensial sudah termasuk dalam kode etik  jurnalistik.

Empat sifat kenabian tersebut, yakni Shiddiq, yang berarti jujur dalam segala hal. 

Dalam konteks jurnalistik, seorang jurnalis harus menginformasikan sesuatu yang benar dan membela serta menegakkan kebenaran itu sesuai fakta yang ada.

Kedua adalah Amanah dengan makna dapat dipercaya. 

Seorang jurnalis harus dapat dipercaya dalam segala hal, tidak boleh berdusta, melebih-lebihkan, merekayasa, memanipulasi atau mendistorsi fakta.

Ketiga, Tabligh yakni menginformasikan kebenaran, bukan malah memutarbalikkan kebenaran. 

Hal ini perlu sekali jadi pegangan serorang jurnalis. 

Semua hal yang mereka angkat, harus berdasar fakta di lapangan tanpa tambahan rekayasa sedikit pun.

"Terakhir adalah Fathonah yang berarti cerdas dan berwawasan luas. Jurnalis dituntut mampu menganalisis dan membaca situasi, termasuk membaca apa yang diperlukan masyarakat dalam hal informasi. Hal tersebut dilakukan tentu dengan meneladani kecerdasan Nabi Muhammad SAW," bebernya.

Selain itu, seorang jurnalis juga harus  memiliki lima peranan yang harus dilakukan  dalam setiap kegiatan jurnalistiknya. Ada lima peran yang harus dilakukan seorang junarlis.

"Ada lima peranan yakni Muaddib (pendidik), Musaddid (pelurus informasi), Mujaddid (pembaharu), Muwahid (pemersatu), Mujahid (pejuang dan pembela Islam)," jelasnya.

Baca Juga : Fatwa MUI tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim Terinfeksi Corona

Dijelaskan lebih lanjut, seorang jurnalis harus bisa menjadi muadib yakni seroang pendidik.

Jurnalis harus bisa lebih menguasai suatu tema yang akan ia informasikan. 

Informasi yang ia tulis harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Kedua, seorang jurnalis juga harus mampu berperan menjadi pelurus informasi atau Musaddid

Meluruskan apa yang sudah beredar yang tidak sesuai fakta sebenarnya di lapangan.

Ketiga, seorang jurnalis harus berperan sebagai Mujaddid atau pembaharu. 

Ia harus mampu memberikan informasi yang bisa mengubah ke arah yang lebih baik, serta menghilangkan pemahaman-pemahaman yang salah terhadap suatu hal.

Keempat, junarlis harus bisa berperan sebagai pemersatu atau muwahid. Yaitu menjadi jembatan yang mempersatukan umat, khususnya umat Islam. 

Hal ini selaras dengan kode  etik jurnalistik, dimana jurnalis tak boleh memihak satu golongan.

Setiap informasi yang mereka angkat, utamanya yang berbau konflik, harus bisa menyajikan keterangan atau konfirmasi kedua belah pihak secara berimbang dan proporsional.

"Kelima, jurnalis juga harus menjadi Mujahid, atau pejuang. Yaitu memperjuangkan apa yang seharusnya tegak sesuai aturan melalui berita yang ia tulis. Mendorong penegakan nilai-nilai, utamanya nilai-nilai Al quran dan hadist," pungkasnya.

Topik
Berita MalangTarhib Ramadan 1440 HKaum MilenialAl Quran itu KerenBaitul Maal Hidayatullah malangDPD Hidayatullah MalangUIN Maulana Malik Ibrahim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru