MALANGTIMES - Kota Malang kembali menorehkan prestasi baru dengan meraih penghargaan dalam bidang inovasi. Kali ini, Kota Malang mendapat penghargaan dalam kegiatan Indonesia Innovation Award.

Kota Malang berhasil meraih prestasi dengan kategori penghargaan untuk aplikasi teknologi dalam rangka pelayanan publik sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT mewakili Wali Kota Malang Sutiaji  yang berhalangan hadir pada Kamis (25/4/219) malam di Grand Ballroom The Fairmont Hotel, Jakarta.

"Ada proses panjang yang dilalui Kota Malang untuk meraih dan menerima penghargaan itu," kata Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTIMES, Jumat (26/4/2019).

Erik menjelaskan, tahapan-tahapan yang dilalui dimulai dari proses seleksi awal penentuan kota dan kabupaten dengan segala inovasi yang dimilikinya. Dalam tahapan seleksi awal ini, Pemerintah Kota Malang terpilih menjadi salah satu kandidat penerima penghargaan oleh tim panelis.

Kemudian hal itu ditindaklanjuti oleh Barenlitbang Kota Malang. Tahap berikutnya adalah pengisian kuisoner inovasi serta bukti-bukti yang mendukung inovasi, termasuk video pendukung yang menceritakan detail dampak inovasi bagi masyarakat.

"Saat itu kami menugaskan bidang penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menyelesaikan segala kebutuhan yang diperlukan dalam proses penilaian dengan mengisi kuisoner-kuisoner yang dikirim oleh tim panelis (juri)," jelasnya.

Kuesioner yang harus diisi itu terdiri dari PPM Manajemen, Universitas Bina Nusantara, Universitas Gunadarma, Information Communication Technology (ICT) Institute dan Alvara. Sementata beberapa inovasi yang didaftarkan oleh Barenlitbang di antaranya Braille E-Ticketing Extraordinary Information (Brexit), emas hitam di balik tumpukan sampah (Bank Sampah Malang).

Selanjutnya Inovasi Teknologi (Inotek), Sistem Informasi Penataan Ruang Kota Malang (Si-Petarung), Gesit Aktif Merakyatnya Dispendukcapil (Gempil), Total Water Utility Integrated Networ (TWUIN); surat pernyataan miskin (SPM), dan kampung tematik Kota Malang.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, tim Barenlitbang mendapatkan surat pemberitahuan bahwa Kota Malang terpilih menjadi salah satu pemenang Indonesia Innovation Award (IIA).

Sebagai informasi, acara ‘Indonesia Innovation Award 2019’ sendiri dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Kemenristekdikti, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian (Kemperin).

Kemudian Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), kedutaan besar (kedubes) negara-negara sahabat dan berbagai asosiasi industri. "Ini menjadi motivasi kami untuk melangkah lebih jauh dengan sederet inovasi yang ada," imbuh Erik.

Lebih jauh dia menyampaikan, pengembangan dan terobosan-terobosan dalam hal inovasi untuk pembangunan Kota Malang tentu harus terus ditingkatkan. Raihan penghargaan menjadi salah satu alat penilaian dan pengukuran atas inovasi yang telah dilakukan.

"Sehingga keberhasilan ini harus dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan kembali agar memberikan dampak positif kepada masyarakat," pungkasnya.