Ilustrasi (Media Tata Ruang)

Ilustrasi (Media Tata Ruang)



MALANGTIMES - Menuju Kota Sehat, saat ini Kota Malang sudah 100 persen Open Defecation Free (ODF). Artinya, sudah tak ada lagi masyarakat yang buang air besar (BAB) di sungai seperti beberapa tahun lalu. Jerih payah yang keras itu pun berhasil diraih sejak Februari 2019 lalu.

"Kota Malang sudah 100 persen ODF sejak Februari kemarin," kata Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kesjaor) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Dyah Inarsih pada wartawan baru-baru ini.

Dia menjelaskan, Dinas Kesehatan Kota Malang sebelumnya telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai 100 persen ODF. Pertama dengan memulai advokasi kepada Wali Kota Malang dengan kegiatan lintas sektor hingga lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Kegiatan tersebut kemudian berjenjang sampai ke kelurahan hingga tingkat RW. Kami juga rutin melakukan sosialisasi dan pendekatan," tambahnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, keterlibatan tokoh masyarakat dan akademisi juga sangat penting dalam melakukan sosialisasi. Sehingga selain menargetkan 100 persen ODF, kegiatan untuk meningkatkan kualitas lingkungan juga turut tercapai.

Kini, setelah target IDF tercapai, menurutnya Pemkot Malang masih terus melakukan sosialisasi dan pengawasan. Seluruh elemen masyarakat akan dilibatkan agar mengubah perilaku yang mencemari lingkungan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko juga menyampaikan jika kebiasaan BAB di sungai terus ditekan. Saat ini, sebagian besar perilaku masyarakat juga sudah mengalami perubahan ke arah yang positif.

Dimana sungai bukan lagi sebagai tempat sampah dan buangan yang kotor, melainkan kembali ke fungsinya seperti dulu, untuk keindahan. Itu sebabnya saat ini sudah ada banyak rumah yang menghadap sungai.

"Sekarang rumahnya menghadap ke sungai. Jadi sungai bukan ada di belakang seperti temat sampah, ini perubahan yang bagus," paparnya.

Dia pun mengajak agar seluruh lapisan masyarakat terus meningkatkan kesadaran diri menjaga lingkungan. Dengan cara tidak membuang sampah sembarangan di sungai, selain BAB di sungai.

"Saat ini, masih ada loh orang yang buang kasur ke sungai. Maka ini perlu menjadi perhatian kita bersama," tutup pria yang akrab disapa Bung Edi itu. 

End of content

No more pages to load