MALANGTIMES - Gempa berkekuatan 4,5 skala Richter (SR) mengguncang kawasan Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Batu, Kamis (24/4/2019). Ada tiga korban yang jatuh. Dua diantaranya luka berat dan satu luka ringan.

Bermula setelah melakukan upacara Hari Otonomi Daerah  XXIII, para aparatur sipil negara (ASN) itu kembali ke kantor masing-masing. Tiba-tiba pukul 09.00 terjadi gempa yang cukup keras.

Gempa yang melanda kawasan Balai Kota Among Tani itu mencapai 4,5 skala Richter; menyebabkan kerusakan bangunan yang cukup parah. Para ASN dan pengunjung pun histeris meminta bantuan karena terjebak di lantai 3. 

Ironisnya,bangunan di lantai 3 yang menyebabkan korsleting listrik dan menyebabkan kebakaran. Sehingga sebagian ASN dan pelajar yang sedang berkunjung terjebak di lantai tersebut. 

Lalu, tim koordinator lantai 3 memberikan informasi kepada koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu. Kemudian tim BPBD bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan  Dinas Perhubungan melaksanakan koordinasi untuk melakukan evakuasi korban gempa tersebut.

Di lantai tersebut terdapat 3 korban. Dua di antaranya luka berat dan satu luka ringan. Lalu sebagian ASN tidak dapat menggunakan jalur evakuasi di area lantai teratas Balai Kota Among Tani. 

Kemudian tim evakuasi  langsung melakukan penyelamatan dengan menerjunkan mobil tangga untuk mengangkut korban di lantai 3 dan untuk satu sisi lainnya hays menggunakan vertical rescue. Yakni sebuah metode penyelamatan yang dilakukan pada medan vertikal baik kering ataupun basah untuk memindahkan korban ke tempat yang aman dan mendapatkan tindakan selanjutnya.

Petugas juga menggunakan teknik rapelling turun dari lantai atau permukaan yang tinggi dengan memakai tali karmantel. Saat dievakuasi, korban diangkat dengan menggunakan tandu, setelah itu diturunkan. 

Korban pun berhasil diselamatkan oleh petugas, lalu dimasukkan dalam mobil ambulans yang telah disiapkan oleh Dinas Kesehatan. Kemudian para korban itu langsung dilarikan menuju rumah sakit terdekat.

Hanya, kejadian selama 32 menit itu merupakan simulasi dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019. Temanya kesiapsiagaan dimulai dari diri sendiri keluarga dan komunitas. 

“Mereka yang terlibat ini seluruh ASN sekaligus Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang juga ikut dievakuasi. Sedangkan  tim yang terlibat ada 35 orang,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Noegroho. 

Bencana gempa dipilih dilihat dari kondisi bangunan di Balai Kota Among Tani. Selain itu, agar banyak organisasi perangkat (daerah (OPD) yang terlibat. 

“Karena itu kami akhirnya memilih bencana gempa. Apalagi Balai Kota Among Tani ini memiliki 5 tingkat. Sehingga ketika ada bencana kita sudah tahu apa yang harus dilakukan,” imbuhnya. 

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, BPBD Kota Batu bisa menggelar simulasi ini lebih sering untuk mengedukasi ASN di Balai Kota Among Tani. Supaya ke depan pihaknya terus memberikan fasilitas dan penguatan sumber daya Manusia (SDM). 

“Mudah-mudahan tidak terjadi bencana sungguhan. Cuma memang tadi ada beberapa ASN yang masih merasa simulasi. Jadi, tidak diikuti dengan baik. Masih ada yang santai,” ungkap Dewanti.

Meskipun tingkat bencana gempa kecil, lanjut Dewanti, perlu sejak dini mengatahui edukasi tentang bencana. Tujuannya agar mereka bisa melindungi diri sendiri saat terjadi bencana.