Warga yang terdaftar di TPS 17 Kelurahan Sukoharjo, Kota Malang, melakukan pemungutan suara ulang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Warga yang terdaftar di TPS 17 Kelurahan Sukoharjo, Kota Malang, melakukan pemungutan suara ulang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kota Malang punya cara unik untuk menarik minat warga mengikuti pemungutan suara ulang (PSU). Misalnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen. Petugas kompak mengenakan busana adat Jawa serta membagikan cokelat bagi warga yang datang dan memilih ulang. 

Ketua KPPS Kelurahan Sukoharjo Suci Andayani mengatakan, pakaian tradisional yang dikenakan petugas masih menyambut suasana perayaan Hari Kartini. Sedangkan cokelat menjadi hadiah bagi warga di perayaan tersebut. 

Dengan diberi cokelat, para pemilih yang datang senang dan tidak merasa bahwa PSU itu menyeramkan. "Makanya kami berinisiatif memberi cokelat, sebagai bentuk rasa terima kasih dari petugas untuk kedatangan mereka," kata Suci di sela proses pemungutan suara, hari ini (25/4/2019).

Apalagi, dia menilai antusiasme warga RT 3, 4, dan 5 RW 06 Kelurahan Sukoharjo tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan Pemilu pada 17 April lalu. "Kami senang, warga tetap bisa membagi waktu. Ini kan hari kerja. Mereka pagi sudah datang untuk menyalurkan haknya. Ada juga yang datang siang. Kami apresiasi hal ini," tuturnya.

Di TPS tersebut, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 262 orang dengan jumlah daftar pemilih khusus (DPK) 7 orang. Dalam PSU ini, ada empat jenis pemilihan yang diulang, yakni pemilihan DPR RI, DPRD Jatim, DPD, dan pilpres.

Terpisah, suasana di TPS 09 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, tidak terlampau istimewa. KPPS memanfaatkan halaman rumah milik warga setempat untuk pelaksanaan PSU. 

Hingga pukul 09.00 WIB, terdata ada 69 pemilih yang melakukan coblos ulang. Padahal pada Pemilu 17 April lalu, jumlah warga yang menggunakan hak suara mencapai 170 orang. 

Salah satu warga mengungkapkan bahwa kegiatan PSU itu tidak mengganggu aktivitas. "Saya nganggur. Jadi, nggak ada masalah. Kebetulan di rumah jadi bisa meluangkan waktu. Nggak ada persiapan khusus. Pilihannya juga tetap sama," terang Bambang Sudikdo, salah satu DPT TPS 09 Bunulrejo.