Ilustrasi, BPJS Kesehatan (Dok. MalangTIMES)
Ilustrasi, BPJS Kesehatan (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menargetkan seluruh warga sudah memiliki jaminan kesehatan di tahun 2019. Namun, hingga memasuki triwulan pertama tahun ini, tingkat kepesertaan warga Kota Malang baru mencapai sekitar 74 persen. Artinya, 26 persen sisanya belum tercover asuransi plat merah itu.

Kepala BPJS Kesehatan Malang Hendry Wahjuni mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan jumlah kepesertaan. "Masih harus ditingkatkan lagi, seharusnya tahun 2019 ini universal full coverage, artinya 100 persen warga terdaftar dalam jaminan kesehatan nasional. Kita komitmen pada bulan Agustus nanti untuk Kota Malang minimal 95 persen," katanya. 

Menurut Hendry, kesadaran warga untuk mendaftarkan diri dalam program jaminan kesehatan secara mandiri masih kurang. Masih banyak warga yang baru mendaftarkan diri ketika sakit. 

"Masyarakat saat ini masih ketika butuh baru daftar, ketika belum butuh, ya enggan mendaftar. Sebaiknya mendaftar lebih awal, karena ketika mendaftar harus menunggu sampai 14 hari baru bisa aktif menjadi peserta," papar Hendry.

Agar jumlah kepesertaan meningkat, kini BPJS Kesehatan telah melakukan nota kesepahaman dengan tiga pemerintah daerah di Malang Raya. Pemerintah pun menyiapkan anggaran untuk masyarakat miskin agar tercover program jaminan kesehatan. "Anggaran pemda untuk masyarakat miskin sudah ada, tetapi tidak semua masyarakat miskin, sehingga yang mampu ya harus membayar sendiri," kata dia.

Sementara untuk warga Kabupaten Malang, tercatat baru sekitar 53 persen yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan. Sedangkan untuk warga Kota Batu baru 69 persen. "Tetapi kami terus berupaya meningkatkan kepesertaan. Informasinya per 1 Mei akan ada 387 badan usaha di Malang yang mendaftarkan karyawannya dalam program jaminan kesehatan," pungkasnya.