Para pedagang saat memadati kantor UPPD Pasar Lawang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Para pedagang saat memadati kantor UPPD Pasar Lawang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



MALANGTIMES - Setelah menjadi korban kebakaran, pedagang Pasar Lawang kini masih harap-harap cemas akan kejelasan relokasi tempat berjualan. 

Wajar saja, sejak barang dagangan dan tempat berjualan hangus dilahab api, hingga saat ini ratusan pedagang dikabarkan tidak bisa mengais rejeki lagi, di pasar yang berlokasi di Jalan Thamrin, Kelurahan/Kecamatan Lawang tersebut.

“Para pedagang di Pasar Lawang ini berharap relokasi yang dijanjikan segera diwujudkan. Semoga saja sebelum memasuki bulan ramadan, kami (pedagang) sudah bisa berjualan kembali,” kata Maksum, salah satu pedagang Pasar Lawang saat ditemui MalangTIMES, Rabu (24/4/2019).

Perlu diketahui, warga Desa Kauman, Kecamatan Lawang ini, merupakan salah satu saksi kunci yang mengetahui kali pertama saat kebakaran melanda. 

Ketika itu, pria yang kini berusia 68 tahun itu, hendak menyambangi 13 kios miliknya. 

Setibanya di lokasi kejadian, pihaknya melihat kobaran api sudah membara di belakang kiosnya, Rabu (17/4/2019) lalu.

Mengetahui hal ini, dirinya langsung memanggil pegawainya untuk menyelamatkan barang dagangannya. 

Nahas, meski sudah berjibaku dengan kepulan asab dan kobaran api. 

Bapak dua anak ini, hanya bisa menyelamatkan sebagian kecil barang dagangannya. 

“Akibat kebakaran ini, 13 kios beserta barang dagangan saya habis tak tersisa. Kalau dikira-kira, kerugian yang saya alami mencapai lebih dari Rp 3 milyar,” kata pria yang kesehariannya berdagang sebagai tukang konveksi di Pasar Lawang ini.

Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, Maksum terpaksa menjajakan jasa konveksi di kediamannya yang ada di Desa Kauman. 

Kendati demikian, pihaknya masih berharap jika proses relokasi yang dijanjikan bakal segera terealisasi. 

“Pedagang disini (Pasar Lawang) hanya berharap relokasi dilakukan secepatnya. Kalau bisa sebelum puasa sudah bisa jualan kembali,” terang pria kelahiran tahun 1951 ini.

Maksum menambahkan, jika memang sebelum memasuki bulan Ramadan pihak terkait belum bisa menjanjikan relokasi. 

Maka para pedagang yang terdampak kebakaran, bersedia jika harus membenahi kios miliknya demi bisa berjualan kembali. 

“Pedagang di sini banyak yang mengeluh, selain banyak tangungan kami juga harus menutup kerugian akibat kebakaran. Kalau tidak sanggup melakukan pemindahan tempat jualan, biar kami saja yang membenahi sendiri. Mungkin kalau diperbaiki sendiri, dua minggu pedagang sudah bisa berjualan lagi,” tegas Maksum.

Menanggapi keluhan para pedagang, Kepala UPPD (Unit Pengelola Pasar Daerah) Lawang, Sigit Sugiarto mengaku jika dirinya sedang mengupayakan relokasi agar segera terealisasi.

Hari ini (Rabu, 24/4/2019) dirinya beserta beberapa pihak terkait, sedang melakukan rapat pembahasan. 

“Dari hasil rapat, sementara terdata ada 454 lapak, kios dan bidak pedagang yang terdampak kebakaran,” kata Sigit kepada MalangTIMES.

Kendati demikian, Sigit belum bisa memastikan apakah ke-454 pedagang yang terdampak kebakaran bakal direlokasi semuanya. 

Tersiar kabar, dari pembahasan rapat yang sudah dilangsungkan, ada kemungkinan jika tidak semua pedagang bakal direlokasi. 

Sebagian dari mereka, kemungkinan juga bakal ditempatkan di lokasi semula yang sempat hangus lantaran dilahab si jago merah, pada Rabu (17/4/2019) malam lalu.

“Kami masih melakukan pendataan secara pasti, kemungkinan besok sudah ada keputusan berapa pedagang yang bakal direlokasi dan yang masih bertahan di kios bekas kebakaran. Namun kami upayakan semua bisa direlokasi, karena kasian kalau harus berjualan di kios bekas terbakar,” sambung Sigit, Rabu (24/4/2019) malam.

Ketika ditanyakan kapan kepastian relokasi, Sigit mengaku masih butuh waktu untuk memastikan hal tersebut. 

Meski demikian, pihaknya mengaku sudah mengetahui jika para pedagang berharap bisa kembali berjualan sebelum memasuki bulan Ramadan. 

“Hasil pembahasan hari ini bakal kami rapatkan lagi besok (Kamis 25/4/2019). Nantinya hasil pertemuan rapat bakal segera kami bahas dengan Muspika serta pihak terkait, agar segera melakukan dan menentukan tempat relokasi pedagang,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load