Dua pelaku memeragakan adegan saat membuang mayat korban yang dimasukkan dalam koper.
Dua pelaku memeragakan adegan saat membuang mayat korban yang dimasukkan dalam koper.

MALANGTIMES - Polisi menggelar reka ulang pembunuhan Budi Hartanto (28), warga Mojoroto, Kota Kediri, yang tewas ditemukan tanpa kepala di dalam koper.

Berdasarkan pantauan BLITARTIMES, tersangka Aris Sugiarto (34) dan Azis Prakoso (24) melakukan rekonstruksi di beberapa lokasi. Salah satunya di Blitar. Mereka digiring ke Blitar setelah sebelumnya melakukan reka ulang di Kabupaten Kediri.

Dari reka ulang ini, tampak jelas koper warna hitam berisi tubuh manusia itu diangkut menggunakan sepeda motor Honda Scoopy milik korban Budi. Dari reka ulang itu juga terungkap maksud kedua pelaku bahwa koper tersebut hendak dilempar ke aliran sungai di bawah jembatan. Namun karena pegangan putus, koper itu mendarat di bibir sungai.

"Di lokasi ini adalah adegan kedua pelaku membuang jasad korban yang dimasukkan ke dalam koper," ungkap Kasubdit Jatanras Direskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela. 

Menurut dia, di Kabupaten Blitar ada dua lokasi reka ulang. Selain di jembatan Karanggondang, lokasi kedua adalah di Desa Mangunan, rumah pelaku Aris yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer ke arah utara jembatan. 

"Di Blitar ada dua lokasi. Pertama di tempat penemuan jasad. Kedua di rumah tersangka atas nama Aris. Di sana (rumah Aris)  terkait dengan kegiatan tersangka menghilangkan barang bukti dengan cara dibakar," paparnya.

Usai dari jembatan Desa Karanggondang, pelaku Aris langsung digiring ke rumahnya di Desa Mangunan. Di lokasi kedua di Kabupaten Blitar ini, Aris memeragakan dua adegan. Yaitu saat  membakar barang bukti baju bersimbah darah milik korban dan saat mengambil koper serta membawanya menggunakan sepeda motor.

Pembakaran baju milik korban yang dilakukan di halaman rumah itu sempat diketahui ibu pelaku. Untuk itu, saat reka adegan, ibu pelaku juga dihadirkan sebagai saksi. 

"Ada beberapa adegan tambahan yang perlu disesuaikan dengan hasil penyidikan. Setelah ini, akan disinkronkan hasil rekonstruksi dengan hasil penyidikan," ucap Leonard.

Sebelum dibawa ke Blitar, kedua pelaku juga menjalani proses reka ulang di lokasi pembunuhan di sebuah warung nasi goreng yang disewa pelaku Aris di Desa Sambi, Ringinrejo, Kediri. Kemudian reka ulang dilanjutkan di Sungai Bleber, Kras, Kediri, tempat kedua pelaku membuang potongan kepala korban. 

Aris dan Azis menjadi aktor pembunuhan disertai mutilasi terhadap mayat dalam koper. Mereka tega menghabisi nyawa Budi Hartanto (28), guru honorer warga Mojoroto, Kota Kediri. Usai menggorok kepala korban hingga putus di sebuah warung di Desa Sambi, Ringinrejo, Kediri, keduanya membuang bagian kepala dan tubuh korban secara terpisah. 

Kepala korban dibuang di aliran sungai di Desa Bleber, Kras , Kediri. Sedangkan bagian tubuhnya dibuang di bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Blitar.

Motif pembunuhan sadis ini berlatar belakang hubungan asmara dan utang piutang antara korban dan pelaku Aris Sugiarto. Korban telah beberapa kali melakukan hubungan seksual sesama jenis dengan pelaku Aris. Setiap kali berhubungan, korban diberi uang Rp 100 ribu.

Terakhir, korban menagih uang Rp 100 ribu. Namun pelaku tidak memiliki uang. Kesal dengan korban, pelaku kalap dan membunuh korban Budi secara sadis dengan dibantu Azis yang tidak terima karena mengaku dipukul Budi.