Jual Beli Online Satwa Dilindungi Tetap Marak Meski Facebook Terapkan Larangan, Salah Satunya di Malang

MALANGTIMES - Dulu, Facebook (FB) serupa etalase satwa. Berbagai postingan satwa bersama pemiliknya menjadi pemandangan biasa di FB. Bukan hanya berswafoto saja yang kerap diunggah warganet di FB, tapi jual beli satwa liar dilindungi pun sangatlah terbuka. 

Berbagai akun, group FB atau marketplace satwa liar dilindungi begitu maraknya terjadi.

Dari data Profauna Indonesia, di Jawa Barat saja dari tahun  2015-2017 jumlah akun dan grup jual beli satwa liar dilindungi di Facebook selalu meningkat. 

Tahun 2015, misalnya tercatat 7 grup jual beli satwa liar dilindungi dengan jumlah akun penjual sebanyak 22 buah. Hanya butuh dua tahun, jumlah grup meningkat menjadi 20 buah dengan jumlah akun penjual sebanyak 46 buah.

Berbagai akun atau marketplace satwa liar dilindungi marak setiap tahunnya, terlihat dari berbagai penangkapan pedagang gelap melalui FB oleh kepolisian. FB juga menjadi salah satu medium jual beli efektif dibandingkan medsos lainnya.

Kondisi inilah yang membuat FB mengambil kebijakan untuk memblokir postingan ataupun marketplace perdagangan satwa liar yang dilindungi. Melalui https://www.facebook.com/help/130910837313345 Facebook menetapkan aturan, "Semua barang yang dijual di Facebook harus mematuhi Kebijakan Perdagangan kami. Kebijakan Perdagangan berlaku untuk Marketplace, Grup jual beli, toko halaman dan belanja di Instagram".

Dulu FB ibarat etase jual beli satwa liar dilindungi yang bebas (Ist)

Salah satu barang yang dilarang diperjualbelikan adalah jual beli binatang: Tidak boleh menjual binatang di Marketplace atau grup jual beli. Termasuk postingan tentang adopsi binatang. Perlu diingat bahwa Anda boleh membuat postingan Kabar Beranda atau iklan tentang menjual binatang.

Larangan inilah yang membuat Profauna Indonesia menyambutnya gembira. “Tentu ini harus diapresiasi dan disambut gembira. Apalagi modus pergeseran jual beli satwa liar dilindungi memang semakin marak di medsos. Paling populer dari temuan kami ya di FB," kata Rosek Nursahid, Ketua Profauna Indonesia yang mencontohkan berbagai kasus perdagangan satwa ilegal banyak diungkap modus operandinya melalui FB.

“Misal, perdagangan burung paruh bengkok yang dikirim dari Bandara Abdurahman Saleh, Malang ke Jakarta, juga menggunakan medsos dan akhirnya terkuak,” ujarnya.
Malang, termasuk wilayah transit perdagangan satwa liar dilindungi. Posisinya membuat wilayah Malang menjadi titik penting jaringan perdagangan satwa ilegal di Indonesia. Hal inilah yang membuat Profauna Indonesia juga meminta kepada para petugas bandara, stasiun kereta api serta pelaku jasa ekspedisi untuk semakin memperketat pengawasannya.

FB telah memulai sejak tahun 2018 lalu dengan kebijakan larangan jual beli satwa liar dilindungi. Bahkan, kebijakan tersebut telah mampu menutup sejumlah group jual beli, marketplace satwa liar dilindungi. 

"Maka saat ruang transaksi di medsos telah ditutup, saatnya aparat hukum bertindak tegas terhadap pelaku perdagangan satwa liar dilindungi. Kita tahu sanksi hukumnya kan terbilang ringan saat ini," pungkas Rosek.

Top