MALANGTIMES - Tingkatkan kualitas hidup dan kualitas lingkungan, Pemerintah Kota Malang maksimalkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Instalasi khusus ini pun targetnya akan terus ditambah seiring dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Karena dengan keberadaan IPAL, perilaku masyarakat sejauh ini dinilai mengalami perubahan yang semakin baik. Terutama pada kawasan permukiman yang berdekatan dengan sungai dan selalu memiliki problem pada sanitasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang, Hadi Santoso menyampaikan, masalah sanitasi selama ini bukan hanya dikarenakan kebiasaan buruk masyarakat. Melainkan juga berkaitan dengan penambahan jumlah penduduk yang semakin naik secara signifikan.

"Dan dalam rangka mendukung upaya perbaikan lingkungan, telah dibangun sekitar 97 titik IPAL sampai 2019," kata pria yang akrab disapa Sony itu saat Peresmian IPAL Komunal Kawan Mandiri di Kecamatan Sukun, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, dari 97 titik IPAL yang ada, masih belum seluruhnya masyarakat yang terlayani. Berdasarkan data, saat ini kurang lebih ada 30 ribu sambungan rumah (SR) yang belum terlayani. Jika satu IPAL dapat melayani 100 SR, maka kurang lebih ada 300 titik baru yang semestinya dibangun di Kota Malang.

"Tapi ini memang tidak membutuhkan biaya yang kecil," jelas pria berkacamata itu.

Sementara untuk IPAL Komunal yang dibangun RW 04 RT 14 Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun, menurut Sony telah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 600 juta dan dilaksanakan pada 2018. Saat ini, IPAL tersebut telah dimanfaatkan oleh 87 sambungan rumah (SR).

"Jika masih bisa dimaksimalkan untuk 100 SR, kami harap slot 13 itu digunakan. Biaya yang dibutuhkan memang tak sedikit, tapi akan kami buatkan alternatif nantinya," papar Sony.

Sedangkan berkaitan dengan penyedotan IPAL, menurutnya dapat dilakukan oleh Dinas PUPR. Karena saat ini sudah ada pengadaan dua unit truk sanitasi yang dapat dimanfaatkan.

"Berkaitan dengan penyedotan, bisa kami lakukan. Karena sudah ada pengadaan dua truk sanitasi yang bisa digunakan," tutup Sony.