Suasana Satgas DPUPR saat membersihkan saluran yang tertimbun sampah (Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Suasana Satgas DPUPR saat membersihkan saluran yang tertimbun sampah (Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satuan Tugas (Satgas) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang yang melakukan operasi di saluran irigasi dan drainase di Jalan Melati, Kelurahan Lowokwaru banyak menemukan sampah menimbun akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang limbah rumah tangga. 

Hal itu membuat air yang ada di dalam saluran tidak dapat berjalan dengan sempurna alias macet.

Seringnya terjadi genangan di Kota Malang ketika hujan sebetulnya bukan semata-mata karena permasalahan ketersediaan sarana dan prasarana seperti drainase atau saluran irigasi. Namun kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan belum sepenuhnya merata, perlu ada gerakan kepedulian yang lebih nyata, utamanya terkait kebersihan lingkungan.

Salah satu petugas dari Satgas DPUPR Kota Malang, Hari Widodo atau yang akrab disapa Bengbeng mengaku bahwa dalam saluran air atau drainase terdapat banyak timbunan sampah. Bahkan, ia menambahkan banyak banner sisa Pemilu yang dibuang sehingga menimbulkan macetnya air.

"Drainasenya sendiri sebetulnya sudah bagus, hanya sampahnya yang tidak ketulungan banyaknya, kalau saja warga sedikit peduli, pasti tidak akan terjadi masalah genangan," ujar Bengbeng kepada MalangTIMES.

Meski begitu, Bengbeng dan petugas lainnya tetap menjalankan tugasnya tanpa mempedulikan sampah yang terlanjur menumpuk. Ia bersama rekannya mengeluarkan sampah di setiap jengkal saluran air dan drainase.

"Tapi kedepan saya harap kerjasama dari masyarakat Kota Malang khususnya agar membuang sampah ke tempatnya, karena jika saluran air terhambat juga akan berdampak kepada kota ini sendiri dan masyarakat juga rugi sendiri," paparnya.

"Ayo mulai meningkatkan kesadaran tidak membuang sampah sembarangan, agar banjir tidak terjadi lagi di Kota Malang," ajaknya.