MALANGTIMES - Paska kebakaran hebat pasar Lawang, organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang, bergerak cepat. 

Selain itu, Pemkab sudah melakukan pembersihan pasar yang terbakar pada Rabu (17/04/2019) lalu serta dilakukan pemeriksaan oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya, Jawa Timur (Jatim). 

Untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran, sekitar tiga hari lalu.

OPD Kabupaten Malang yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya yang disuport alat ekskavator dari Dinas PU Bina Marga. 

Bergerak untuk melakukan berbagai tindakan. Salah satunya adalah pembersihan serta inventarisir kerusakan akibat ulah si jago merah.

Pantjaningsih Sri Redjeki Kepala Disperindag Kabupaten Malang membetulkan terkait penanganan paska kebakaran pasar Lawang yang merupakan ranah pihaknya tersebut.

"Kita lakukan pembersihan sejak Sabtu lalu sampai hari ini. Selain agar kondisi pasar yang terbakar bisa dibersihkan juga untuk keperluan inventarisir ulang," kata Pantjaningsih yang menyampaikan sejak kebakaran terjadi sampai Jumat lalu, kondisi tidak memungkinkan untuk dilakukan pembersihan.

Pihaknya mendapatkan bantuan ekskavator dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dalam upaya pembersihan tersebut. 

Selain bantuan truk untuk  mengangkut bekas-bekas kebakaran. 

"Kita bergerak bersama untuk secepatnya bisa membersihkan pasar Lawang ini," ujarnya.

Dari hasil pembersihan itu, Disperindag Kabupaten Malang juga melakukan inventarisir kerusakan. 

Dimana dari data inventarisir awal unit yang terbakar mencapai jumlah 559. 

Setelah dilakukan cek ulang, dihasilkan kerusakan yang ditimbulkan si jago merah hanya melanda 453 unit. 

Dengan rincian 2 unit toko, 123 bedak dan 328 los. Sisanya dari data awal hanya terdampak dari kebakaran tersebut. 

"Jadi hanya terdampak, materi di dalam unit sudah diamankan dan pedagang tidak mengalami kerugian," urai Pantjaningsih.

Terkait relokasi pedagang serta pembangunan fisik pasar Lawang yang rusak terbakar itu. 

Disperindag Kabupaten Malang secara lugas menyampaikan akan memfasilitasi lokasi sementara pedagang. 

Sedangkan untuk lapaknya ditanggung oleh para pedagang. 

Sedangkan untuk proses pembangunan, Pantjaningsih juga mengatakan, akan bersiap mengajukan bantuan ke pemerintah pusat.

"Kalau memakai anggaran daerah dimungkinkan akan memakan waktu lama. Karenanya kita akan mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. Teknisnya nanti kita koordinasi dengan Dinas Cipta Karya yang akan melakukan uji kelaikan bangunan," ujarnya.

Seperti diketahui, tembok pasar Lawang paska kebakaran mengalami retak diberbagai titik.

Sehingga diperlukan uji kelaikan bangunan oleh DPKPCK Kabupaten Malang, sebelum nantinya dilakukan pembangunan total atau hanya renovasi di pasar Lawang.

Pantjaningsih juga berencana besok (Selasa, 23/04) hari akan melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait dan Sekda Kabupaten Malang. 

Dimana, dalam rakor tersebut, nantinya akan dibahas lebih detail dan teknis proses-proses teknis di lapangan terkait penanganan paska kebakaran pasar Lawang yang sementara dipicu adanya konsleting listrik.