Ikut Aneka Lomba Tradisional, Anak-Anak Polowijen Peringati Hari Kartini

Apr 21, 2019 20:41
Para siswa siswi yang sedang asyik bermain Topeng yang dipamerkan dalam festival budaya di Kampung Polowijen.(Luqmanul Hakim/Malang Times)
Para siswa siswi yang sedang asyik bermain Topeng yang dipamerkan dalam festival budaya di Kampung Polowijen.(Luqmanul Hakim/Malang Times)

MALANGTIMES - Puluhan siswa siswi dari sekolah dasar (SD) di Polowijen, Kota Malang, mengenakan kostum tradisional daerah. Mereka ikut memperinngati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April sekaligus perayaan festival budaya di  Polowijen. Festival budaya ini yang ke-2  dengan tajuk "Merawat Tradisi Merajut Harmoni".

Penggagas KBP (Kampung Budaya Polowijen)  Isa Wahyudi atau sering dikenal dengan Ki Demang menyebutkan, dalam rangka memperingati Hari Kartini dan perayaan festival budaya ke-2 tersebut, para siswa siswi dari tingkat SD di Polowijen sengaja diminta untuk mengenakan pakaian tradisional daerah. Hal tersebut dilakukan untuk mengedukasi para siswa sejak dini tentang banyaknya kekayaan tradisional yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga : Ibunda Artis Baim Wong Meninggal Dunia

"Indonesia memiliki banyak tradisi, mulai dari Sabang sampai Merauke, seperti kostum yang digunakan anak-anak itu. Tradisi itu yang perlu disampaikan kepada generasi anak-anak muda, khususnya di Kampung Budaya Polowijen, agar mereka cinta terhadap tradisi dan budaya," ujar Ki Demang Minggu (21/4/2019)

Melalui kegiatan yang didukung  Dinas Pendidikan Kota Malang itu, ia menyatakan bahwa pihaknya siap mendidik anak-anak terkait pendidikan seni budaya. "Polowijen siap membantu mendidik  warga masyarakat KBP untuk pendidikan seni budaya," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat beberapa perlombaan yang juga mengedukasi para siswa siswi. Di antaranya, fashion show tradisional, membaca pusi, menarri tradisional, dan mendongeng.

Ki Demang berharap  para peserta yang berlomba memperlihatkan bakat kebudayaannya. Sehingga ke depannya bisa menjadi  duta budaya di Kampung Budaya Poliwijen.

Sementara itu, kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah. Apresiasi tersebut dijelaskannya karena warga masyarakat di Polowijen yang secara sadar turut serta dalam melestarikan budaya yang ada di Indonesia, khusunya di Malang.

Baca Juga : Penuh Intrik dan Teka-teki, Permainan Werewolf Disajikan dalam Pertunjukan Drama Musikal

"Saya sangat apresiatif karena ini masyarakat yang terpanggil untuk melestarikan budaya, utamanya topeng Malangan," ujar Zubaidah.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Zubaidah berharap  para siswa yang dikenalkan tentang budaya sejak dini tersebut akan mampu melestarikan budaya yang ada di Indonesia. "Khususnya budaya Malangan," pungkasnya. 

Topik
MalangBerita MalangLomba TradisionalHari KartiniKampung Budaya Polowijen

Berita Lainnya

Berita

Terbaru