Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bonus demografi bakal dihadapi Indonesia dalam waktu dekat. Tapi dengan pertumbuhan Kota Malang yang cukup pesat, jumlah angka usia produktif di kota yang juga berjuluk sebagai kota bunga ini terus merangkak signifikan sejak beberapa tahun terakhir.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko bahkan menyebut saat ini Kota Malang sudah memasuki masa bonus demografi. Karena jumlah angka produktif begitu besar. Lantaran jumlah mahasiswanya mencapai ratusan ribu.

"Setiap tahunnya ada sekitar 100 ribu mahasiswa baru yang masuk ke Kota Malang," katanya, Sabtu (20/4/2019).

Dia menjelaskan, saat ini Kota Malang memiliki angka pengangguran terbuka terbesar ke dua di Jawa Timur. Karena angka usia produktif yang belum memiliki pekerjaan masih sangat tinggi. Hal itu tak lepas dari banyaknya perguruan tinggi favorit yang selalu menjadi jujukan untuk mengenyam pendidikan.

"Dan itu harus sudah kita sikapi bersama sejak dini," paparnya.

Salah satu cara yang dilakukan untuk menyikapi jumlah penduduk usia muda yang tinggi itu menurutnya adalah dengan melibatkan mereka secara langsung dalam proses pembangunan. Selain memberikan wadah, juga memberi peluang agar mereka mau menyampaikan sederet ide dan gagasan dalam proses pembangunan.

"Anak muda sudah kami libatkan bersama dalam Musrenbang tematik, dan itu sangat penting untuk menangkap ide dan gagasan anak muda," jelasnya.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Terlebih, pintu gerbang Kota Malang untuk mengalami perkembangan yang lebih pesat menurutnya sudah ada di depan mata. Diantaranya melalui Bandara Abd. Saleh hingga Tol Malang Pandaan yang sudah akan diresmikan pertengahan tahun ini.

Dengan semakin terbukanya proses pembangunan itu, menurutnya ada berbagai hal yang harus dipersiapkan. Termasuk sarana dan prasarana, yang memang menjadi bagian penting dan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan bersama.

"Anak muda dan mahasiswa juga harus turut menyumbangkan pikirannya untuk mengatasi masalah yang terjadi dan berpotensi terjadi dengan adanya infrastruktur yang begitu dipermudah," papar pria yang akrab disapa Bung Edi itu.

Komunitas anak muda menurutnya memiliki peran besar dalam proses pembangunan. Saat ini, komunitas anak muda juga sudah memiliki wadah khusus yang selalu dilibatkan dalam proses pembangunan.

"Komunitas pemuda sangat berpengaruh 
Sebagai bagian tak terpisahkan untuk Malang ke depan. Berikan ide yang baik untuk pecahkan persoalan yang dihadapi," tutup politisi Golkar itu.