Berwisata di Lokasi Ini Bisa Bayar Seikhlasnya, Baca Syarat dan Ketentuannya

MALANGTIMES - Bagi kalian yang ingin berwisata murah ke Kota Batu, bisa memilih beberapa tempat wisata ini. Karena manajemen objek wisata tersebut membuat kebijakan khusus pada hari Jumat. Pengunjung cukup membayar seikhlasnya.

Berikut tiga lokasi objek wisata yang menerapkan pembayaran seikhlasnya. Yakni Omah Kayu, Taman Langit, Jangkrik Manuk, yang berada di area wana wisata Paralayang Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

“Program yang baru kita mulai ini dengan tema sinau (belajar) kemesraan. Dengan tarif bayar seikhlasnya itu bisa main dan swafoto sepuasnya,” kata Bambang Harianto, Kepala Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak. 

Di area Taman Langit ada tempat Cangkruk Manuk atau Jangkrik Manuk di sana wisatawan bisa makan secukupnya dengan membayar seikhlasnya. Model bangunan yang disajikan berkonsep perpaduan bangunan Indonesia dan Eropa. Selain mengusung konsep itu, mengunjung objek wisata ini juga bisa menikmati pemandangan yang luar biasa indahnya. 

Pengunjung disuguhi pemandangan alam perbukitan. Keindahan itu bisa disaksikan di bawah rerimbunan pepohonan. Suasana kian menyenangkan dengan hawa dingin menyelimuti area ini. Selain tempatnya yang unik perpaduan tradisonal dan modern itu, kuliner yang disuguhkan juga tak kalah menarik.  Kuliner yang disuguhkan makanan tradisional seperti polo pendem, umbi-umbian, labu, pisang, dan berbagai jenis makanan lainnya. 

Taman Langit ini merupakan tempat wisata dengan menyuguhkan spot swafoto replika patung yang terbuat dari kawat dibentuk peri. Juga terdapat beragam jenis bunga.

Selain itu di sana juga terdapat angsa raksasa seperti di negeri dongeng. Di lokasi taman langit dilengkapi berbagai fasilitas menunjang bagi wisatawan. Seperti pedestrian, shelter dan spot swafoto. Lalu ada toilet serta cottage.

Bambang menjelaskan, pembayaran dengan sistem seikhlasnya itu hanya berlaku khusus hari Jumat. Diberlakukan sistem ini Ingin tahu bagaimana pola wisatawan yang hadir di sana. “Kenapa kita berlakukan seperti ini karena ingin tahu manusia sekarang seperti apa? Ya ingin tahu perilaku manusia modern,” imbuhnya.

Karena itu tagline yang diusung adalah Sinau kemesran. Untuk saat ini masih dalam proses pembelajaraan, yang nantinya akan dievaluasi. “Kita lihat nanti hasilnya seperti apa. Karena masih akan kita evaluasi,” tambah Bambang. 

Top