Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Sebagai kota terbesar ke dua di Jawa Timur, Kota Malang tentu memiliki segudang permasalahan. Mulai dari perekonomian, kondisi sosial, hingga budaya. Namun sebagai Kota Pendidikan, Malang tentunya memiliki sejuta cendekiawan yang selalu sukses dengan sederet penelitiannya.

Melihat potensi yang begitu besar dari hasil penelitian yang dilakukan oleh akademisi dan cendekiawan tentang permasalahan yang dihadapi, Pemerintah  Kota Malang pun memilih untuk terus memanfaatkannya.

Bahkan melalui sebuah jurnal yang dikenal dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan atau Jurnal Pangripta Kota Malang, hasil penelitian yang ada selalu dijadikan referensi dalam memecahkan permasalahan yang ada.

"Karena selama ini implikasinya belum maksimal, dan saya yakin akademisi pasti gelisah dengan problem yang ada di Kota Malang," kata Wali Kota Malang Sutiaji pada wartawan belum lama ini.

Dia menjelaskan, kajian ilmiah dari berbagai perguruan tinggi di Kota Malang jumlahnya sangat banyak. Hampir seluruhnya berkaitan dengan perkembangan dan permasalahan yang dihadapi di kota yang juga berjuluk sebagain kota bunga ini.

Diantaranya kajian ilmiah yang berhubungan dengan infrastruktur seperti lalu lintas dan jalan. Termasuk potensi parkir yang diyakini banyak diteliti oleh para akademisi.

"Sekitar tahun 2011 saya pernah berbincang dengan kawan Teknik UB. Dia bilang potensi parkir saat itu Rp 52 M. Sekarang dengan  banyaknya tempat parkir dan mahasiswa yang masuk akan lebih besar tentunya," urai pria berkacamata itu.

Menurutnya, kajian serupa sangat penting dan harus dipublikasikan, kemudian dapat direalisasikan. Dalam berbagai forum keilmuan, dia berharap akan ada berbagai kajian ilmiah yang dapat ditampung untuk mengatasi permasalahan di Kota Malang. Tentunya untuk mempercepat proses pembangunan. Selanjutnya dapat dipublikasikan melalui Jurnal Pangripta Kota Malang.

"Kami tentunya akan cari yang memang bisa mengentas masalah infrastruktur seperti jalan, lalin dan parkir kita," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang, Erik Setyo Santoso menyampaikan, Kota Malang menjadi satu-satunya daerah yang memiliki jurnal ilmiah.

Jurnal yang dimiliki pemerintah daerah itu menurutnya menjadi sebuah terobosan untuk mengumpulkan ide, inovasi dan referensi pembangunan di Kota Malang. Jurnal tersebut sudah terbit dua kali sejak diluncurkan 2018 lalu.

"Tiap tahun akan diterbitkan dua kali. Memang kita belum diakreditasi, tapi sudah masuk dalam International Standard Serial Number - ISSN (Nomor Seri Standar Internasional,red)," tutup Erik. 

End of content

No more pages to load