MALANGTIMES - Hingga saat ini petugas kepolisian masih belum bisa mengungkap penyebab pasti kebakaran yang terjadi di Pasar Lawang Rabu 17 April lalu. Guna mengungkap tanda tanya besar tersebut, Polres Malang bakal berkolaborasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

“Kami sudah menghubungi tim labfor guna melakukan penyelidikan kasus kebakaran di Pasar Lawang. Terkait kelanjutannya, silakan koordinasi dengan kasat reskrim,” kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda mengatakan, tim Labfor Polda Jatim diagendakan ke lokasi kejadian  hari ini (Jumat) sekitar pukul 08.00 WIB. “Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Masih menunggu hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) yang melibatkan Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya,” terang perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini.

MalangTIMES juga mencoba mendatangi Pasar Lawang. Namun pada pukul 08.00 waktu setempat, tim labfor belum terlihat mendatangi lokasi kebakaran di pasar yang berlokasi di Jalan Thamrin, Kelurahan/Kecamatan Lawang, ini.

Baru sekitar pukul 10.00 WIB, satu mobil labfor yang mengangkut sekitar lima personel tiba di lokasi kejadian. Kelima anggota yang dikerahkan untuk melakukan olah TKP yakni Kompol Handi Purwanto selaku kaur subbid fiskomfor, Kompol Agus Santosa selaku pemeriksa forensik muda, Kompol Hadi Setiyono selaku pemeriksa forensik muda, Aiptu Kukuh Jayeng Trimono selaku banum subbag renmin, dan Pengda Nursalim selaku banum subbag renmin.

Sebelum melakukan penyelidikan, kelima personel tim labfor tampak melakukan koordinasi terlebih dahulu di kantor Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Pasar Lawang. Tujuannya adalah untuk mencari data tentang lokasi los, kios, dan toko yang ada di Pasar Lawang.

Berselang beberapa saat kemudian, tim langsung bergegas menelusuri setiap sudut lokasi pasar yang terbakar. Dari pantauan di lapangan, saat ini tim labfor sedang memeriksa barang-barang di lokasi kebakaran . Mulai dari barang dagangan yang terbakar hingga kios-kios dan sisa-sisa abu pasca-kebakaran. Semua tidak luput dari pantauan tim labfor. Selain itu, petugas meminta keterangan dari beberapa saksi guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Agenda kali ini juga melibatkan beberapa personel kepolisian di Malang. Di antaranya Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistyo serta beberapa anggotanya. Tampak mendampingi Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda. Selain itu, Kepala UPPD Pasar Lawang Sigit Sugiarto juga turut dilibatkan dalam agenda olah TKP yang dilakukan tim labfor. “Saat ini petugas kepolisian masih fokus memeriksa lokasi kebakaran,” kata Kepala UPPD Pasar Lawang Sigit Sugiarto saat ditemui di sela-sela agenda.

Sigit menambahkan,  semula pihaknya memperkirakan sebanyak 509 dari jumlah 1.300 kios, lapak (los) dan bedak yang terdampak kebakaran. Namun dari penyelidikan sementara, jumlah bangunan di dalam pasar yang terbakar mengalami peningkatan. “Semula saya menghitung 509. Ternyata setelah kami cek ulang, jumlahnya bertambah menjadi sekitar 559 kios, lapak, dan bedak yang terbakar. Penambahan ini dikarenakan beberapa bagian dari lapak kecil-kecil yang belum terekap," terangnya.