Situasi yang terjadi pasca-kebakaran melanda Pasar Lawang.(Foto : Dokumen MalangTIMES)

Situasi yang terjadi pasca-kebakaran melanda Pasar Lawang.(Foto : Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pasar Lawang yang sempat menjadi primadona dan jujukan masyarakat sementara hanya menyisakan kenangan. Tempat yang selama ini menjadi lokasi perputaran uang itu kini rusak akibat kebakaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki menuturkan, sebelum insiden kebakaran  pada Rabu (18/4/2019) malam, Pasar Lawang dulunya sempat dihuni sedikitnya 1.300 pedagang di kios. Jumlah tersebut belum termasuk keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang turut menjajakan dagangan di pasar yang berlokasi di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Lawang, tersebut. 

“Total ada 1.300 tempat yang menjadi sarana para pedagang untuk berjualan. Jumlah itu di luar PKL yang ada di Pasar Lawang," kata perempuan yang akrab disapa Panca ini saat melakukan peninjauan ke Pasar Lawang.

Sebanyak 1.300 pedagang itu tersebar ke beberapa bangunan dan fasilitas untuk menjajakan barang dagangan. Mulai dari toko, bedak, dan los (lapak). "Pasar Lawang didirikan tahun 1993. Dulu dibangun pertama oleh PT Angin Bakti Perkasa. Barulah pada tahun 2016, pasar resmi diserahkan ke pemda (pemerintah daerah),” sambung Panca.

Setiap hari Pasar Lawang termasuk pasar yang beraktivitas selama 24 jam. Namun, hal itu berlaku bagi beberapa pedagang, terutama yang menjajakan sayur. Sementara bedak kios pakaian dan barang umum lainnya,rata-rata hanya beroprasi hingga pukul 4 sore. “Kami belum bisa memperkirakan berapa kerugian atas pristiwa kebakaran ini. Beberapa hari ini petugas masih fokus memadamkan api agar kebakaran tidak meluas,” imbuh Panca.

Sementara, Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Lawang Sigit Sugiarto mengatakan,  kebakaran Pasar Lawang menyebabkan ratusan bangunan kios, bedak dan lapak (los) bakal dipindah ke penampungan sementara. Rencana tersebut bahkan sudah dikoordinasikan dengan camat Lawang. 

“Penampungan sementara ini nantinya bakal disediakan di sebelah utara yang berjarak sekitar 700 meter dari Pasar Lawang, tepatnya di Jalan Panglima Sudirman,” terang Sigit saat ditemui awak media.

Pihaknya menambahkan, sementara ini terdata sedikitnya ada 509 bagunan di Pasar Lawang yang terdampak kebakaran. Jumlah itu terbagi menjadi kios, lapak, dan toko (bedak) yang terdapat di lantai satu dan dua.

Rinciannya, dari jumlah total 1.300, diketahui ada 174 kios, 328 lapak, dan 7 bedak yang terdampak kebakaran. Artinya, hanya ada sekitar 791 kios, lapak, dan bedak yang selamat dari amukan api. “Lokasi yang terdanpak kebakaran merupakan tempat berjualan para pedagang pakaian, sandal, sepatu, barang pecah belah, dan kardus,” imbuhnya.

Kendati demikian, Sigit masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun yang pasti, peristiwa ini membuat rutinitas di Pasar Lawang nyaris lumpuh.  “Kalau dikira-kira, kerugian akibat kebakaran  mencapai Rp 9 hingga 10 miliar,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load