MALANGTIMES - Meski pemilihan legislatif (pileg) untuk DPRD Kota Malang telah usai kemarin (17/8/2019), partai-partai politik (parpol) masih harap-harap cemas. Hingga hari ini (18/4/2019) hasil penghitungan suara masih direkapitulasi. 

Dengan total 529 calon legislatif (caleg) dari 12 parpol peserta, belum terang mana yang paling menguasai 45 kursi anggota dewan. 

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hasil sementara perolehan suara pileg di wilayah itu. 

"Saat ini masih berproses, belum final," ujarnya melalui pesan tertulis. 

Pada periode legislasi 2014-2019, partai berbendera warna kuning itu mendapatkan lima kursi.

Golkar menempati urutan ketiga perolehan suara setelah PDI Perjuangan dan PKB. 

"Kami masih optimis untuk tahun ini karena pada Pemilu 2014 lalu elektabilitas Golkar sekitar 11 persen. Kalau saat ini, sesuai target nasional bisa naik sampai 20 persen," terangnya. 

Jika target itu tercapai, Golkar bakal mendapatkan sembilan kursi dewan. 

Berdasarkan rekapitulasi sementara, saat ini posisi puncak perolehan suara diperoleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) perjuangan. 

Angkanya mencapai 20 persen di tingkat nasional dan 30 persen di tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). 

"Untuk tingkat kota belum (ada angkanya) tetapi kami optimis," ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang I Made Rian Diana Kartika.

Partai berlambang banteng moncong putih itu sebelumnya menargetkan perolehan 15 kursi DPRD Kota Malang dalam Pileg 2019 ini.

Sementara mengacu hasil Pileg 2014 lalu, PDI Perjuangan berhasil memenangi perolehan suara dengan perolehan 11 kursi dewan. 

"Dulu sudah ditetapkan target minimal mempertahankan posisi 11 kursi hingga maksimal 15 kursi," tegasnya. 

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih fokus rekapitulasi suara Pilpres RI. 

"Untuk rekapitulasi Pileg Kota Malang masih belum, masih fokus ke Pilpres dulu," tuturnya. 

Seperti diketahui, 45 kursi DPRD Kota Malang tersebut terbagi untuk lima daerah pemilihan (dapil) yang sesuai dengan jumlah kecamatan.

Ada 623 ribu pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang menggunakan hak pilihnya di 2.352 tempat pemungutan suara (TPS). 

Di Kota Malang sendiri, ada 14 parpol yang saah menjadi peserta Pileg 2019. Yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Beringin Karya (Berkarya), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), serta Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Meski pada Maret 2019 lalu, ada dua parpol yang batal mengikuti Pileg Kota Malang. Yakni Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda).

Keduanya dicoret dari daftar karena tidak menyampaikan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) sekaligus tidak memiliki caleg. 

Otomatis, hanya 12 parpol yang berebut kursi DPRD Kota Malang.