Ilustrasi Golput
Ilustrasi Golput

MALANGTIMES - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang masih optimis bisa menembus target 77,5 persen partisipasi pemilih dalam Pileg dan Pilpres 2019. 

Meski rekapitulasi hasil pemilu masih akan berlangsung di tingkat PPK (panitia pemilihan kecamatan), KPU menilai antusiasme masyarakat mencoblos lebih tinggi dibandingkan dengan Pilkada Kota Malang 2018 lalu.

Ketua KPU Kota Malang Zaenudin mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil rekapitulasi data untuk memastikan partisipasi pemilih di kota pendidikan itu. 

"Prinsip kami menargetkan partisipasi sebagaimana target KPU RI 77,5 persen. Kami berupaya semaksimal mungkin agar target itu tercapai di Kota Malang," ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan rekapitulasi Pilkada Kota Malang 2018 lalu, partisipasi pemilih baru menyentuh angka 65 persen. 

Secara longgar, bisa diartikan angka pemilih yang tidak menyalurkan hak suara alias golput sebesar 35 persen. 

Sedangkan pada Pemilu 2014 silam, partisipasi pemilih di angka 68 persen alias ada 32 persen yang golput.

Zaenudin mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi bahwa sejumlah lembaga survei menyebut bahwa angka golput di Kota Malang masih akan cukup tinggi. 

Namun, sejumlah upaya telah dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi utamanya untuk pemilih pemula. 

Upaya itu mulai dari pembentukan Relawan Demokrasi hingga kegiatan-kegiatan yang melibatkan generasi milenial. 

"Kalau memang dari sejumlah lembaga survei menyebut tren sekarang golput sampai 30 persen itu sah-sah saja, tetapi KPU berusaha mencapai target yang sudah ditetapkan," tegasnya. 

Sebelumnya, survei yang dilakukan Lembaga Adiwangsa menyebutkan angka golput untuk Kota Malang dalam Pemilu 2019 diprediksi masih tinggi. 

Adiwangsa mencatat rata-rata golput di Kota Malang mencapai 31,2 persen. 

"Dalam uji saint league yang kami lakukan 31 Januari hingga 31 Maret 2019, angka golput di setiap kecamatan masih tinggi sekitar 30 persen," ujar Direktur Lembaga Adiwangsa Mahatva Yoga. 

Yoga merinci, prediksi untuk angka golput di Kecamatan Kedungkandang masih 29 persen.

Sedangkan untuk Kecamatan Sukun 30 persen, Klojen 37,5 persen dan Lowokwaru 33,3 persen.

Dari lima kategori pemilihan umum (pemilu) yakni Pilpres, DPR RI, DPRD Provinsi, DPD, dan DPRD Kota, diprediksi golput tertinggi untuk pemilihan legislatif.

Angka golput ini masih dipengaruhi kurang mengenal secara baik background calonnya. 

Faktornya, karena mayoritas calon legislatif (caleg) adalah kader partai muda yang figurnya belum dikenal. 

"Bukan karena tidak antusias, tapi karena calon merupakan kader muda-muda yang belum dikenal," pungkasnya.