Ilustrasi kebakaran (Tribunnews.com)

Ilustrasi kebakaran (Tribunnews.com)



MALANGTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana kebakaran.

Terlebih, kota dengan kepadatan penduduk 6.200 jiwa per kilometer persegi itu masuk dalam zona kuning alias siaga bencana kebakaran menjelang musim kemarau.

Analis bencana BPBD Kota Malang Mahfuzi menyebut, kejadian kebakaran terus meningkat setiap tahunnya. 

Rinciannya, pada 2017 lalu terdapat 34 kasus dengan kerugian mencapai Rp 2,8 miliar.

Sementara pada 2018, meningkat menjadi 68 kasus dengan kerugian Rp 2,5 miliar. 

"Sedangkan di triwulan pertama tahun 2019 sudah ada 12 kasus kebakaran dengan kerugian Rp 6 miliar lebih," papar Mahfuzi.

Mahfuzi menyebut, sebanyak 44,7 persen kasus kebakaran itu disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik. 

Sisanya, akibat faktor kelalaian manusia. Untuk itu, BPBD Kota Malang berupaya terus menekan kejadian kebakaran ini. 

"Pencegahan kebakaran bisa dilakukan dengan rutin melakukan pengecekan instalasi listrik, hindari membakar sampah, hati-hati saat menyalakan lilin atau membuang puntung rokok," sebutnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso memprediksi musim kemarau akan terjadi mulai awal Mei 2019.

Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kota Malang, Indra Gita mengungkapkan bahwa saat ini wilayah tersebut memasuki musim pancaroba atau peralihan dari penghujan ke kemarau.

Meskipun, beberapa hari terakhir hujan masih mengguyur wilayah Kota Malang. 

"Informasi yang kami dapatkan dari BMKG, musim kemarau di Kota Malang tahun ini memang agak terlambat dari tahun sebelumnya," kata Indra, hari ini (18/4/2019).

Menurutnya, saat musim kemarau tiba, jumlah hari hujan akan berkurang, tanah mengering, aliran air tanah berkurang, sungai mulai mengering, dan temperatur udara mulai naik. Untuk itu, bahaya kebakaran patut diwaspadai.

"Selain jarang hujan, kelembaban udara menipis, potensi kebakaran lebih besar terjadi," ungkapnya.

"Meski Kota Malang tak memiliki lahan berupa hutan atau ladang, namun ancaman kebakaran mengintai tanah kosong, hingga pemukiman warga. Jangan sampai warga membuang puntung rokok sembarangan, kebiasaan ini juga bisa memicu kebakaran," pungkasnya.

End of content

No more pages to load