MALANGTIMES - Insiden kebakaran yang meluluhlantakkan Pasar Lawang, terhitung menjadi salah satu musibah terbesar. Bagaimana tidak, dalam waktu kurang dari 8 jam, dua lantai di pusat perdagangan tradisional yang berlokasi di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Lawang ini, sudah tak berbentuk selayaknya pasar.

Genangan air yang membanjiri seisi lorong, hingga akses jalan di sekitar pasar lawang, membuat pasar yang didambakan sebagian besar masyarakat Kabupaten Malang terutama yang tinggal di kawasan Kecamatan Lawang ini, sudah jauh dari kesan pusat pembelanjaan.

Barang dagangan sekaligus ratusan lapak yang hangus, membuat seabrek pedagang yang mengais rejeki melalui berjualan di Pasar Lawang terancam bangkrut. Bagaimana tidak, demi menjinakkan amukan si jago merah, petugas pemadam kebakaran yang biasanya menerjunkan maksimal 4 unit mobil pemadam kebakaran kali ini harus melibatkan petugas gabungan. Mereka merapatkan barisan dan mensiagakan belasan armada pemadam kebakaran. “Guna memadamkan api, sedikitnya ada 13  mobil pemadam kebakaran, dua mobil rescue, satu mobil bermuatan tangki air dan satu unit mobil ambulan yang diterjunkan ke lokasi kejadian,” kata Kepala Seksi Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang, Agus Suyanto.

Rinciannya, 4 mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Malang, 4 unit mobil pemadam kebakaran plus satu mobil rescue dari Kota Malang, satu armada pemadam kebakaran masing-masing dari Bentoel dan Sampoerna, dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil rescue dari Kota Batu, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pasuruan, serta satu tangki air dan satu mobil ambulan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang diterjunkan ke lokasi kebakaran. “Sampai saat ini api keseluruhan belum bisa dipadamkan,” kata Agus saat ditemui dilokasi kejadian Kamis (18/4/2019) sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Kepada MalangTIMES, Agus mengaku jika sumber api yang berasal dari kios lantai dua terpantau sudah berhasil dijinakkan petugas. Hanya saja, untuk kobaran api yang menjalar ke lantai satu, sementara ini masih belum bisa dipadamkan. “Meski sudah menyiagakan belasan mobil pemadam kebakaran dan tangki air, namun petugas harus beberapa kali kembali mengisi tangki. Hal ini yang membuat proses evakuasi pemadaman kebakaran membutuhkan waktu yang lama,” pungkasnya.