Warga beserta pedagang saat mengamati situasi kobaran api saat kebakaran terjadi dan mulai menjalar dari lantai dua hingga lantai dasar Pasar Lawang, Kecamatan Lawang (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Warga beserta pedagang saat mengamati situasi kobaran api saat kebakaran terjadi dan mulai menjalar dari lantai dua hingga lantai dasar Pasar Lawang, Kecamatan Lawang (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pasar Lawang dalam sekaman api benar-benar terjadi di Rabu (17/4/2019) malam. Selain menyebabkan kerugian materiil karena dua lantai dikabarkan hangus dilahab si jago merah. Ratusan pedagang yang mengundi nasib di pasar yang berlokasi di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Lawang ini, juga terancam gulung tikar.

“Barang dagangan saya berupa pakaian bagus-bagus ludes terbakar, kalau dikira-kira lebih dari Rp 500 juta kerugian yang saya alami karena kejadian ini,” kata Munir salah satu pedagang sembari menunjuk ke arah kios yang biasanya digunakan untuk menjajakan pakaian.

Pedagang yang kesehariannya berjualan pakaian anak hingga dewasa baik perempuan hingga pria ini, hanya bisa pasrah saat petugas yang sedang melakukan evakuasi dan penanggulangan kebakaran melarangnya masuk ke lorong kios tempatnya berjualan.

Dengan tampang lusuh serta rambut ikal yang terikat, warga Desa Sumberporong Kecamatan Lawang ini, hanya bisa berusaha berlapang dada saat melihat lapak miliknya ludes dilahab sijago merah. “Ketika kejadian saya sedang berada di rumah, dan dikabari jika konsleting listrik menyebabkan kebakaran di Pasar Lawang. Termasuk membakar kios saya yang ada di tengah lantai satu, yang sudah tidak bisa ditanggulangi lagi,” ucap Munir sembari mengarahkan senter ditangannya ke arah lapak miliknya.

Hal serupa juga dialami oleh pedagang lain yang bernama Imam Solihin. Pria yang kini berusia 46 ini, nampak tergesa-gesa sambil berlarian mengusungi perabotan mebel dari dalam kios miliknya. “Tidak ada suara ledakan, tiba-tiba api membesar. Mobil pemadam kebakaran datang terlambat, sehingga api dengan cepat merambat ke beberapa kios,” keluhnya.

Ditemui disaat bersamaan, Hardjulun selaku pengurus PMI (Palang Merah Indonesia) wilayah Kecamatan Lawang, menuturkan jika sementara ini tercatat ada lebih dari 100 kios di pasar lawang yang terdampak kebakaran. “Api memang bersumber di kios lantai dua, namun tepat dibawahnya terdapat banyak kios yang menjual pakaian, plastik, hingga kayu dan mebel. Jadi api cepat merambat dan menjalar ke ratusan kios pedagang,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load