Situasi kepanikan yang terjadi di Pasar Lawang, 3 jam setelah kebakaran berlangsung, Kecamatan Lawang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Situasi kepanikan yang terjadi di Pasar Lawang, 3 jam setelah kebakaran berlangsung, Kecamatan Lawang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peristiwa pasar lawang terbakar Rabu (17/4/2019) malam, benar-benar membuat petugas kalang kabut. Karena pada saat yang sama, konsentrasi petugas baik itu petugas pemadam kebakaran maupun kepolisian terarah pada pelaksanaan penghitungan suara pemilu. 

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

“Sesaat setelah mendapat informasi jika Pasar Lawang mengalami kebakaran, kami langsung mengerahkan satu pleton untuk membantu proses evakuasi penanggulangan kebakaran,” kata anggota Denpom divif 2 kostrad, Peltu Antonius kukuh saat ditemui di lokasi kejadian.

Seperti yang sudah diberitakan, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.30 waktu setempat ini. bersumber dari korsleting listrik yang diduga terjadi di kios lantai dua yang berada di tengah-tengah pasar sebelah belakang dari arah jalan besar.

Dari pantauan MalangTIMES.com di lapangan, selain petugas pemadam kebakaran yang fokus memadamkan kobaran api. Sebanyak lima personel kepolisian Mapolsek Lawang, dan PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, diterjunkan ke lapangan guna membantu proses evakuasi dan penanggulangan kebakaran.

Banyaknya pengguna jalan dan warga setempat yang memilih mengabadikan musibah ini melalui gadget mereka, membuat proses evakuasi sempat mengalami kendala. Terkait hal ini, anggota Denpom divif 2 kostrad mulai dari yang mengenakan seragam dinas hingga yang tidak mengenakan pakaian resmi. Langsung mengamankan warga yang menghalangi masuknya mobil pemadam kebakaan, saat meninjau lokasi kejadian. “Ini tadi hampir semua anggota yang melakukan apel malam, hingga yang tidak bertugas langsung dikerahkan ke lokasi kebakaran,” sambung Peltu Antonius kukuh kepada MalangTIMES.com.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Pihaknya menambahkan, warga serta pedagang yang panik, memilih nekat menerobos kepulan asap yang memenuhi seluruh lorong pasar yang ada di lantai satu. Mereka bertekat menyelamatkan sebagian barang dagangan, sebelum habis dilahab si jago merah.

Di sisi lain, para pedagang makanan yang ada di lantai dua, hanya bisa pasrah saat memyaksikan lapak dagangannya ludes dilahab api. Sebab, titik kebakaran yang terjadi di kios lantai dua pasar Lawang ini, dengan waktu singkat langsung merambat ke sekitar 100 meter dari sumber api. “Ini tadi anggota difokuskan membantu mengamankan proses evakuasi barang dagangan para pedagang, sebab kebanyakan dari mereka memilih nekat menerobos kepulan asap padahal api sudah menjalar di atap kios mereka,” terang Peltu Antonius Kukuh.

Situasi kembali kondusif sekitar tiga jam setelah kebakaran terjadi. Ratusan pedagang yang berjualan pakaian, sembako, hingga mebel yang ada di lantai satu Pasar Lawang, akhirnya menuruti instruksi petugas dan memilih pasrah sembari menunggu kepastian upaya pemadaman kebakaran. “Dari pantauan terkini, api yang semula berkobar dilantai dua, kini sudah menjalar hingga lantai satu,” ujar Peltu Antonius Kukuh.