Salah satu tahanan saat menyalurkan hak pilihnya melalui TPS yang didatangkan kedalam tahanan Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Salah satu tahanan saat menyalurkan hak pilihnya melalui TPS yang didatangkan kedalam tahanan Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Penghuni ruang tahanan Polres Malang tidak semuanya bisa menggunakan menggunakan hak pilihnya saat coblosan,Rabu (17/4/2019) siang. “Sesuai yang sudah diagendakan, sebanyak 49 tahanan Polres Malang bakal melakukan pencoblosan hari ini (Rabu),” kata Kasat Tahanan dan Barang Bukti (tahti) Polres Malang Iptu Basuki, saat ditemui awak media disela-sela agenda.

Sebagi informasi, hingga saat ini total ada 96 tahanan yang ditampung Polres Malang. Namun kenyataannya hanya 49 tahanan yang terdiri dari 45 laki-laki dan 4 perempuan, yang diperkenankan untuk melakukan pencoblosan khusus di penjara. Dengan demikian, hampir separo yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. 

Hal ini didasari karena diatas tanggal 10 April lalu, banyak tahanan baru yang menghuni penjara Mapolres Malang. Padahal sesuai ketentuan, batas pendaftaran pindah pilih dari alamat asal ke penjara, terakhir pada tanggal 10 April lalu.

Selain itu, dari 96 tahanan, hanya 72 yang memiliki e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik). Namun setelah dicek, para narapidana ternyata tidak terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di alamat mereka masing-masing. “Sesuai dengan kebijakan dari pihak penyelenggara, hanya 49 tahanan saja yang bisa melakukan pencoblosan khusus di penjara,” tegas Basuki.

Ditemui di saat bersamaan, komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Malang, Sofi Rahma Dewi menuturkan, guna merealisasi pencoblosan di dalam sel tahanan Mapolres Malang, pihaknya mengaku melibatkan tiga TPS yang ada di Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen.

Lokasi TPS yang berdekatan dengan Polres Malang ini. Pihaknya berharap proses pencoblosan di dalam penjara dapat berjalan dengan efisien. “Ketiga TPS yang terlibat adalah TPS 03, yang menampung suara dari 19 tahanan, TPS 05 sebanyak 15 tahanan, dan TPS 10 yang menampung 15 tahanan,” terang Sofi saat ditemui disela-sela agenda.

Pihaknya menambahkan, selain di Polres Malang, aksi semacam ini juga disosialisasikan dan diselenggarakan serentak di seluruh Polsek yang ada di wilayah hukum Polres Malang. “Selain Polsek, agenda semacam ini juga dilaksanakan di beberapa rumah sakit, di antaranya RSUD Kanjuruan, RS Wava Husada, dan RSJ dr Radjiman Widiodiningrat Lawang,” imbuhnya.

Guna merealisasi hal ini, Sofi mengaku sudah berkoordinasi dengan instansi terkait guna menerbitkan surat suara A5, sebagai keterangan pindah pilih. “Untuk di Polres Malang sendiri, kami memang tidak menyediakan TPS khusus, namun mendatangkan dari tiga TPS terdekat yang ada di Desa Ardirejo. Khawatirnya kalau hanya satu TPS nanti pemilih yang ada di DPT masing-masing akan mengalami kekurangan surat suara,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load