Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK (kiri) dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Tommy Anderson (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK (kiri) dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Tommy Anderson (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Jajaran Kepolisian dan TNI sepanjang hari terus melakukan pemantauan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan di Kota Malang. Dari sejumlah TPS rawan yang dipantau, belum ditemukan hal-hal janggal yang membuat aparat bertindak tegas.

"Tadi kita cek TPS yang kita anggap rawan, namun setelah kita cek tidak ada potensi kerawanan yang perlu dikhawatirkan. Selain itu juga sempat muncul isu di media sosial tentang adanya kegiatan Rabu Putih dan sebagainya namun tidak ada," jelas Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, SH, MH (17/4/2019).

Dijelaskan Asfuri lebih lanjut, di beberapa tempat yang dianggap rawan, pihaknya juga memberikan tambahan personel, seperti di antaranya di Lapas Lowokwaru maupun di Lapas Wanita Sukun. "Di sana ada tambahan personel, sebab situasi dan kondisi disana kan berbeda dengan kondisi diluar," terangnya.

Lanjutnya, dari hasil pemantauannya bersama pihak Kodim 0833, memang ia melihat partisipasi masyarakat Kota Malang cukup bagus dalam mendukung pemilu. "Semua berjalan dengan baik, sampai saat ini belum ada laporan kejadian yang menonjol, termasuk di Lapas yang sudah dipantau, semua masih berjalan lancar," bebernya.

Dan untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif, pihak Kepolisian dan juga pihak TNI terus bekerja sama dengan melakukan penjagaan di TPS-TPS sampai dengan perhitungan suara selesai. "Dan setelah melakukan pengamanan di TPS, kemudian petugas akan bergeser ke PPK," bebernya.

Sementara itu, sebelumnya polisi sudah memetakan  TPS-TPS rawan dengan kecurangan ataupun money politik. TPS-TPS tersebut, adalah TPS yang lokasinya dekat dengan rumah salah satu caleg ataupun TPS yang lokasinya dekat dengan rumah pemenangan salah satu Paslon.  Namun dari pemantauan yang dilakukan pihak Forkopimda, tidak ditemukan adanya hal-hal janggal yang menganggu jalannya pencoblosan.

Selain itu, pihak kepolisian juga membentuk tim khusus yang berkordinasi dengan Bawaslu Kota Malang untuk mengantisipasi adanya serangan fajar.   Namun sejauh ini belum ada laporan mengenai hal tersebut.

End of content

No more pages to load