Situasi TPS 18 di Desa Wonomulyo sesaat setelah terjadi insiden salah seorang warga yang meninggal dunia saat hendak mencoblos, Kecamatan Poncokusumo (Foto : Istimewa)

Situasi TPS 18 di Desa Wonomulyo sesaat setelah terjadi insiden salah seorang warga yang meninggal dunia saat hendak mencoblos, Kecamatan Poncokusumo (Foto : Istimewa)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Penyelenggaraan Pemilu (Pemilihan Umum) dan Pileg (Pemilihan Legislatif) di Kabupaten Malang, diwarnai dengan insiden dua warga  meninggal dunia saat hendak mencoblos. Penyebabnya sama, lantaran faktor usia menyebabkan keduanya akhirnya meninggal dunia karena serangan jantung, Rabu (17/4/2019) pagi.

Seperti yang sudah diberitakan, Mutini, warga Dusun Krajan, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi. Dikabarkan meninggal dunia saat hendak menyalurkan hak pilihnya di TPS (Tempat Pemungutan Suara) 09 yang berlokasi di SD (Sekolah Dasar) Negeri Sepanjang 01, Dusun Krajan, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi.

Meski sempat mendapatkan penanganan pertama dari bidan desa setempat, namun nyawa nenek 62 tahun itu justru semakin memburuk. Hingga akhirnya warga beserta petugas TPS memutuskan untuk membawa korban ke RSI Gondanglegi.

Usai mendapatkan penanganan tim medis rumah sakit, nyawa korban nyatanya tetap tidak bisa terselamatkan. Nenek yang berusia lebih dari kepala enam ini, diduga meninggal dunia karena serangan jantung yang dipicu penyakit komplikasi hipertensi dan diabetes.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Poncokusumo. Tepatnya di TPS 18 yang berada di Desa Wonomulyo. Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com dari berbagai sumber. Identitas korban yang meninggal dunia saat hendak mencoblos, diketahui bernama Ngateman warga Dusun Robyong, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo.

Diperoleh keterangan, pria yang diperkirakan berusia sekitar 60 tahun itu, datang ke TPS sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Semula tidak ada hal yang mencurigakan. Bahkan, Ngateman terlihat sehat saat mengantre namanya dipanggil untuk mencoblos.

Namun saat memasuki bilik, korban tiba-tiba saja pingsan. Panitia beserta warga yang mengetahui insiden ini, langsung bergegas menyelamatkan Ngateman yang kala itu diketahui tidak sadarkan diri.

Ketika dikonfirmasi ke Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto membenarkan informasi yang didapat wartawan. Pihaknya mengaku saat ini masih fokus melakukan pengawalan pemilu di luar wilayah Desa Wonomulyo. Meski demikian, Andik mengaku sudah menginstruksikan beberapa personel untuk terjun ke lokasi kejadian. “Dari informasi yang kami peroleh, korban diduga kuat meninggal dunia karena serangan jantung. Bahkan dari keterangan beberapa tetangga, korban memang sudah sakit-sakitan. Bahkan sudah sering pingsan,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load