Mendikbud Muhadjir Effendy bersama istri usai mencoblos di TPS 20, Jatimulyo. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Mendikbud Muhadjir Effendy bersama istri usai mencoblos di TPS 20, Jatimulyo. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - i>Rekam jejakku
Dapat kau telusuri
Dalam pustaka

Penggalan lirik lagu Polka Wars berjudul Rekam Jejak di atas semestinya dijadikan patokan masyarakat sebelum mencoblos pada Pemilu 2019 ini. 

Pasalnya, bekas koruptor pun masih memiliki hak politik dan boleh mencalonkan diri menjadi wakil rakyat.

Di Kota Malang sendiri, kandidat yang tersandung kasus korupsi telah dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT) 2019. 

Namun, di beberapa daerah, nama-nama eks koruptor ada yang masih terdaftar sebagai caleg.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Muhadjir Effendy menyakini bahwa masyarakat cerdas dan tidak akan memilih mereka. 

Namun, bisa jadi ada pula masyarakat yang tidak tahu menahu mengenai rekam jejak para caleg tersebut.

"Saya yakin masyarakat sudah cerdas dia akan membuat pilihan tapi saya juga tidak yakin masyarakat tahu bahwa dia itu bekas koruptor," ujarnya saat ditemui usai mencoblos di TPS 20, Jatimulyo, Kota Malang, Rabu (17/4).

Muhadjir sendiri membiarkan masyarakat yang menilai. 

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pihak KPK juga sudah membuat daftar caleg eks-koruptor. 

Hanya saja ia tak yakin seluruh masyarakat mengetahui informasi tersebut.

"Saya kira dari pihak KP Arief juga sudah mengumumkan membuat daftar. Hanya seberapa persen calon pemilih yang mendapatkan informasi tentang itu," jelasnya.

"Hanya kalau kepilih lagi ya mungkin memang nasibnya baik aja," imbuhnya.

End of content

No more pages to load