Tangkapan layar laporan karyawan yang menyebut tak diizinkan nyoblos. (Foto: Dokumen Bawaslu Kota Malang)

Tangkapan layar laporan karyawan yang menyebut tak diizinkan nyoblos. (Foto: Dokumen Bawaslu Kota Malang)



MALANGTIMES - Di tengah proses pemungutan suara, hari ini (17/4/2019) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang menerima laporan adanya karyawan supermarket yang tidak mendapatkan izin nyoblos. 

Namun saat dilakukan upaya konfirmasi, kabar tersebut dibantah oleh manajemen toko.

Komisioner Bawaslu Kota Malang Iwan Sunaryo mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan tertulis melalui pesan masuk (inboks) di media sosial milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang yang diteruskan pada Bawaslu. 

"Ada laporan masuk sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung kami tindak lanjuti ke lapangan," ujar Iwan. 

Dia menunjukkan, laporan tersebut disampaikan akun anekanekashop. Dalam tangkapan layar yang diperlihatkan, tampak akun anekanekashop meminta adanya inspeksi mendadak (sidak) terkait sulitnya mendapat izin untuk mencoblos.

Tertulis, Selamat pagi Min. Mohon bantuan KPU Kota Malang untuk sidak di Lion Superindo Langsep karena tidak memberi kesempatan karyawan untuk sebentar paling tidak izin terlambat untuk mencoblos. Terima kasih banyak Min. 

"Kami menindaklanjuti laporan yang masuk ke akun medsos KPU Kota Malang. Kami klarifikasi ke tempat bersangkutan, dilihat ternyata karyawannya sudah nyoblos semua," tambah Ketua Bawaslu Kota Malang Alim Mustofa.

Sementara itu, Store Leader Superindo Langsep Tutur Sri Handayani mengaku terkejut saat tim Bawaslu Kota Malang mendatangi toko tersebut. 

"Pas lagi ngasir didatangi Bawaslu, ada laporan, apakah karyawan diizinkan untuk nyoblos. Saya tegaskan bahwa perusahaan kami taat hukum, semua hak (karyawan) diikuti," ujarnya. 

Dia menyebut bahwa manajemen toko telah memberikan kesempatan bagi karyawan untuk menyalurkan hak pilihnya sebelum toko buka.

"Ada seseorang melaporkan. Dikasih lihat akun pelapor. Saya kasih tahu buktinya. Kami kasih izin. Karyawan juga diklarifikasi, karyawan masuk jam 09.00 WIB," tambahnya. 

Tutur menyebut bahwa setiap harinya toko beroperasional mulai pukul 09.30 WIB. 

Artinya ada kesempatan mencoblos karena tempat pemungutan suara (TPS) mulai memberikan pelayanan pukul 07.00 WIB. 

Di supermarket itu, lanjutnya, total ada 36 karyawan yang mayoritas adalah warga asli Malang. 

"Nyoblos pagi. Ada yang masuk dulu, kan nggak mungkin buka toko dengan kondisi tidak siap. Setelah ini akan kami tindak, lanjuti, kami senang karena diklarifikasi," pungkasnya.

End of content

No more pages to load