Wali Kota Malang, Sutiaji beserta istri Widayati Sutiaji saat menunjukkan surat suaranya di TPS 02 Kelurahan Jatimulyo (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Wali Kota Malang, Sutiaji beserta istri Widayati Sutiaji saat menunjukkan surat suaranya di TPS 02 Kelurahan Jatimulyo (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS 02 Kelurahan Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (17/4/2019). Tak sendiri, dia datang bersama dengan istrinya Widayati Sutiaji dan dua putrinya serta seorang putra pada pukul 10.00 WIB.

Namun ada cerita lucu yang ia alami usai mencoblos atau menggunakan hak pilihnya. Pria berkacamata itu bercerita jika ia sempat hendak salah melipat surat suara saat usai mencoblos. Sembari tersenyum, dia mengaku sempat merasa kesulitan lantaran surat suara yang berlipat banyak.

"Tadi sempat mau ada salah melipat, tapi untungnya nggak jadi," katanya sembari tertawa.

Dia menilai, kondisi surat suara yang banyak lipatan itu dapat menjadi salah satu pemicu banyaknya surat suara yang rusak. Terutama para orangtua yang malas untuk membuka dan membentangkan surat suara.

"Mungkin kenapa banyak surat suara rusak karena malas buka, jadi ya sudah dicoblos begitu saja," terangnya.

Bukan hanya saat membuka, melipat kembali surat suara menurutnya juga sedikit susah dan membutuhkan banyak waktu. Terlebih harus menjaga kerahasiaan dari surat suara yang telah dicoblos sebelumnya.

Dia juga menyampaikan jika tata cara mencoblos sangat penting untuk disosialisasikan. Karena calon pencoblos harus mengenali jenis surat suara dan bukan hanya sekedar mencoblos saja.

Lebih jauh dia berpendapat terkait dengan sistem threshold yang berlaku bagi pemilihan calon legislatif. Di mana hanya empat persen partai politik yang dapat menduduki kursi parlemen. Sementara sisanya mau tidak mau akan tereliminasi. Dari hasil survei, maksimal lima partai yang bisa duduk sebagai anggota DPR RI. 

"Sistem ini saya kira harus ada perubahan. Mungkin ada fusi yang bergabung agar tidak mempengaruhi dan aspirasi bisa disalurkan. Harus ada pengetatan partai baru untuk menyuarakan DPR RI," terangnya.

Ke depannya, Sutiaji juga berharap agar sistem pemilihan bisa lebih mudah sehingga tidak menyulitkan masyarakat yang harus memilih. Sementara usai memilih, Sutiaji berencana memantau sejumlah TPS yang ada di Kota Malang. Terutama untuk daerah yang dinilai rawan. 

 

End of content

No more pages to load